Kata Pak Dahlan

Sedikit penggalan beberapa kalimat yang ada dalam kisah beliau menjalani prosesi transplantasi hati.

Tapi, masih ada pertanyaan yang tiba-tiba muncul. Apakah saya harus berdoa dengan biasa saja atau harus sampai menangis? Kalau doa itu saya sampaikan biasa-biasa saja, apakah Tuhan melihat saya sedang serius memintanya? Tapi, kalau harus saya ucapkan sampai menangis dan mengiba-iba, apakah Tuhan tidak akan menilai begini: lihat tuh Dahlan. Kalau sudah dalam posisi sulit saja dia merengek-rengek setengah mati. Tapi, nanti akan lupa kalau sudah dalam keadaan gembira! Saya tidak ingin Tuhan memberikan penilaian seperti itu. Akhirnya saya putuskan berdoa menurut keyakinan saya. Satu doa yang pendek dan mencerminkan kepribadian saya sendiri: Tuhan, terserah engkau sajalah! Terjadilah yang harus terjadi. Kalau saya harus mati, matikanlah. Kalau saya harus hidup, hidupkanlah!

-Sesaat sebelum transplantasi-

Saya sudah biasa dengan sikap untuk tidak berharap banyak pada apa pun dan pada siapa pun. Ini, menurut pendapat saya, baik. Karena akan membuat saya merasa lebih bahagia. Setidaknya tidak akan membuat saya terlalu kecewa. Bukankah bahagia dan kecewa sebenarnya bisa kita ciptakan sendiri? Orang akan merasa bahagia kalau keinginannya tercapai. Orang akan merasa kecewa kalau keinginannya tidak tercapai. Maka, ini saya, untuk mencapai kebahagiaan sangatlah mudah: Jangan pasang keinginan terlalu tinggi. Jangan menaruh harapan terlalu banyak.

-Pak Dahlan dan Harapan-

Saya punya prinsip semuanya sebaiknya mengalir saja seperti air. Hanya, kalau bisa, alirannya yang deras. Batu pun kadang bisa menggelundung, kalah dengan air yang deras. Itu menangnya orang yang tidak punya cita-cita tinggi sejak awal. Hidupnya lebih fleksibel. Karena tidak punya cita-cita, kalau dalam perjalanannya menghadapi batu besar, ia akan membelok. Tapi, kalau orang berpegang teguh pada cita-cita, bertemu batu pun akan ditabrak. Iya kalau batunya yang menggelundung, lha kalau kepalanya yang pecah gimana? Cita-cita saya semula hanya ingin punya sepatu, biar pun rombengan. Lalu ingin punya sepeda. Rasanya, waktu pertama punya sepeda (juga bekas) bahagianya melebihi saat punya Jaguar. Padahal, sepeda itu pernah putus as rodanya sehingga tidak bisa dinaiki. Bahkan, dituntun pun tidak bisa. Terpaksalah saya menggendongnya. Menggendong dengan bahagia.

-Pak Dahlan dan Cita-Cita-

SAYA memperoleh kesadaran penuh pada malam kedua di ICU. Di tengah malam yang sepi itu, tiba-tiba pikiran saya jernih sekali. Suara tat-tit-tat-tit mesin yang memonitor organ-organ tubuh saya terdengar kian jelas. “Saya benar-benar masih hidup,” kata hati saya. “Alhamdulillah. Puji Tuhan,” batin saya lagi.

Tiba-tiba saya terlibat diskusi lagi dengan pikiran sendiri mengenai apa bentuk syukur yang harus saya lakukan. Sudah pasti saya belum punya kemampuan bersujud. Tapi, sujud kan tidak harus dengan kepala? Kan bisa juga yang sujud hati? Maka saya sujud dengan hati saya. Rasanya malah lebih ikhlas. Tidak ada yang lihat. Sepi sekali ing pamrih. Sebentar tapi menenangkan batin.

Saya memang bertekad untuk tidak akan mendemonstrasikan rasa syukur itu dalam bentuk yang ekstrem. Misalnya, dengan sepanjang-panjangnya mengucapkan kalimat-kalimat tertentu atau bahkan sampai menitikkan air mata. Atau memotong sapi untuk acara besar-besaran. Saya khawatir, semakin panjang kalimat yang saya ucapkan, semakin saya “sudah merasa bersyukur”. Semakin banyak orang yang saya undang untuk syukuran, semakin saya “sudah merasa bersyukur banyak”. Saya akhirnya berkesimpulan akan bersyukur dengan cara “memanfaatkan umur tambahan ini dengan seproduktif-produktifnya”.

-Pak Dahlan dan Rasa Syukur-

Ada alasan lain mengapa saya memilih sumeleh kepada Tuhan daripada sedikit-sedikit minta sesuatu kepada-Nya. Saya pernah belajar ilmu mantiq (logika) sewaktu di Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan. Pesantren keluarga kami sendiri. “Berdoa itu,” menurut ilmu mantiq, “pada dasarnya adalah memerintah Tuhan”. Misalnya, doa ini: Ya Tuhan, masukkanlah saya ke surga. Bukankah, menurut ilmu itu, sama dengan kita memerintah Tuhan agar memasukkan kita ke surga? Bukankah kata “masukkanlah” itu “kata perintah?”. Hanya, dikemas secara halus dalam wujud yang bernama doa? Mengapa kita selalu memerintah Tuhan untuk memasukkan kita ke surga? Mengapa tidak kita sendiri berusaha sekuat tenaga, misalnya, dengan jalan banyak beribadah (termasuk kerja keras)?

-Pak Dahlan dan Risalah Doa-

Ragu karena bukan penjelasan seperti yang saya ucapkan tersebut tidak pernah didengarnya. Yang sering diperdengarkan kepadanya adalah kaset lama yang diputar tidak henti-hentinya itu. Dalam teori komunikasi, kebohongan pun kalau terus-menerus dijejalkan akan jadi seperti kebenaran.

-Pak Dahlan dan Informasi-

Saya sering mengajarkan kepada wartawan kami agar jangan mengabaikan diskripsi. Yakni menceritakan hal-hal detil yang dianggap sepele, tapi sebenarnya penting. Sebuah tulisan yang deskripsinya kuat, begitu saya mengajarkan, bisa membawa pembaca seolah-olah menyaksikan sendiri suatu kejadian. Deskripsi yang kuat bisa membuat pembaca seolah-olah merasakan sendiri kejadian itu. Deskripsi yang kuat bahkan bisa menghidupkan imajinasi pembaca. Imajinasi pembaca kadang lebih hidup daripada sebuah foto. Inilah salah satu kunci kalau jurnalistik tulis masih diharapkan bisa bertahan di tengah arus jurnalistik audio visual.

-Ajaran Menulis Pak Dahlan-

Saya ingat direktur saya Zainal Muttaqien. Kami sering diskusi soal kemiskinan di Indonesia dan Tiongkok. Mengapa orang di Tiongkok yang juga banyak sekali yang lebih miskin dari orang miskin Indonesia, harga dirinya lebih baik. Bukan saja jarang lihat pengemis, juga kalau bertemu orang seperti tidak punya rasa rendah diri. Dan ini menjadi salah satu sumber kemajuan Tiongkok. Ini yang disebut social-capital -modal sosial. Bank Dunia menyebutkan social-capital ini menjadi faktor penting kemajuan Tiongkok di samping modal finansial.

Muncullah istilah dari Zainal yang akan selalu saya ingat dan yang akan kami perjuangkan sebagai inti dimulainya pembangunan harga diri ini. Yakni, satu moto: “Kaya Bermanfaat, Miskin Bermartabat”. Saya dan Zainal, dan banyak lagi yang lain, akan bisa jadi model perjuangan itu. Bagaimana ketika miskin dulu tidak jatuh sampai menjual harga diri dan jabatan. Dan, ketika sudah kaya (duille!) tidak sewenang-wenang.

-Perbedaan Tiongkok dan Indonesia-

Cerita lengkapnya dapat dibaca di sini

Advertisements

Insiden PSS vs PSIS

Persepakbolaan Indonesia kembali tercoreng dengan insiden Sepakbola Gajah yang ditampilkan oleh tim PSS Sleman dan PSIS Semarang. Pertandingan yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan PSS dihasilkan melalui 5 gol bunuh diri yang amat sangat terlihat sengaja. Video yang beredar memperlihatkan kedua tim terlihat sangat tidak berniat untuk memainkan partai ini.

Berita yang beredar, kedua tim memang tidak ingin menang dan menjadi juara grup untuk selanjutnya akan melawan Borneo FC. Alasan yang beredar karena Borneo FC memiliki faktor non teknis yang ingin dihindari oleh kedua tim. Patut ditelusuri sebenarnya alasan yang jelas dibalik permainan memalukan yang ditampilkan oleh kedua tim.

Setau saya PSS dan PSIS merupakan salah satu tim divisi utama yang cukup bagus dan memiliki basis-basis penggemar yang militan dan fanatik dalam mendukung kedua tim tersebut. Tindakan kedua tim ini jelas mengecewakan bagi para penggemar kedua tim tersebut. Alasan untuk kalah demi terhindar dengan pertandingan melawan Borneo FC sangat tidak masuk akal, terlebih sistem kompetisinya akan kalau tidak salah adalah turnamen.

Kalau target mereka juara, tentu seharusnya kedua tim ini sudah siap mental maupun fisik untuk melawan tim manapun dan dengan gosip apapun. Hukuman sudah dijatuhkan, kedua tim di diskualifikasi dari divisi utama.

Namun rasanya penyelidikan harus terus dikembangkan karena rasa-rasanya ada yang janggal di balik semua kejadian ini.

 

Lebaynya Televisi Kita

Seminggu atau mungkin sebulanan belakangan ini rasanya saya atau mungkin juga kalian sudah mulai merasa muak dengan dunia pertelevisian kita yang sangat rajin menyiarkan pernikahan raffi dan gigi. Apalagi salah satu stasiun televisi kita dengan semangat menyiarkan rangkaian acara pernikahan RaGi selama hampir 2 hari penuh.

Saya masih tidak habis pikir apa yang ada dalam pikiran orang-orang yang mempunyai wewenang untuk menyiarkan program acara. Tidak adakah pilihan acara lain yang lebih bermanfaat? Tidak perlu menonton televisi seharian untuk mengetahui betapa happeningnya pernikahan RaGi bagi pertelevisian kita. Bukalah youtube akan anda temukan potongan video-video dari berbagai acara seperti Dahsyat, dan Pesbuker yang menyangkut RaGi.

Siapakah Raffi dan Nagita ini? Apa yang sudah mereka perbuat untuk bangsa negara ini sehingga dunia pertelevisian kita memblow-up pernikahan mereka secara berlebihan?

Untuk para fans RaGi mungkin itu merupakan liputan dan acara yang spesial. Tapi untuk masyarakat awam? Itu acara yang tidak bermutu. Apa bedanya dengan acara pernikahan lainnya? Memang dalam hukum agama pernikahan patut disebarkan dan diumumkan, tapi rasanya tidak harus berlebihan seperti ini.

Setelah acara ijab kabul dan resepsi mereka beberapa waktu lalu saya pikir semua sudah berakhir. Ternyata saya salah. Malam ini RCTI kembali menyiarkan resepsi RaGi, entah ulangan atau ini resepsi ulang? Atau mungkin resepsi leg kedua??

Depapepe – Kiss (New Album 2014)

Jeng jeng jeng…

Depapepe Kiss

Ada kabar menggembirakan kalau bulan Agustus 2014 nanti Duo Gitaris favorit saya dari Jepang,  Yoshinari Takuoka dan Takuya Miura yang lebih dikenal dengan nama Depapepe akan kembali mengeluarkan album berjudul KISS dan berikut adalah Playlistnya

Album Kiss Playlist:

  1. Kiss
  2. 青い鳥 (Aoi Tori)
  3. Sunburst
  4. タイトル未定 (Taitoru Mitei)
  5. Light of hope
  6. スミレ (Sumire)
  7. Life is a Journey

Enggak sabar untuk menikmati petikan gitar dari mereka, setelah album terakhir mereka Accoustic & Dining sungguh memanjakan telinga saya. Berikut ada sedikit bocoran lagu Kiss dari Depapepe.

Update :

Album sudah resmi rilis dengan total ada 13 lagu yang ada di dalamnya berikut adalah list lagu tersebut :

  1. Life is A Journey
  2. Kiss
  3. Four
  4. S.E.L
  5. Light Of Hope
  6. Circle Of Love
  7. Howl Of The Wolf
  8. Leopard
  9. Interlude
  10. スミレ (Sumire)
  11. あの日見た空 (Ano Hi Mita Sora)
  12. 青い鳥 (Aoi Tori)
  13. Sunburst

Kiss Live

My Favorite so Far : Aoi Tori

Selamat menikmati musik terbaru dari depapepe all Accoustic Friend 😀

Hasil Asian Games 2014 Cabor Badminton

Cabang badminton sudah selesai dipertandingkan pada pagelaran Multi Event Asian Games 2014 yang dilangsungkan di Incheon, Korea Selatan. Berikut hasil lengkap pencapaian atlit-atlit badminton Asian Games tahun ini.

Indonesia mengalami hasil buruk di nomor beregu dengan terhenti di perempat final. Beregu putri seperti sudah saya prediksikan kandas di tangan Jepang tanpa berhasil merebut satu pertandingan sama sekali. Indonesia kalah 3-0. Beregu putra lebih tragis dengan kalah dari China Taipei yang tidak diunggulkan dengan skor 3-1.

Nomor perseorangan menjadi ajang pelampiasan bagi para atlit Indonesia. Indonesia menurunkan 10 utusannya di 5 nomor. Berikut hasilnya :

  • Tunggal Putra : Ihsan Maulana kalah ditangan pemain gaek syarat pengalaman dari Vietnam, Nguyen Tien Minh di babak 16 besar. Tommy Sugiarto dihentikan tunggal putra Taipei yang menjadi kuda hitam, Nan Wei di babak 16 besar.
  • Tunggal Putri : Lindaweni kalah langsung di babak pertama di tangan peraih medali emas Asian Games kali ini Wang Yihan. Bellaetrix dikalahkan oleh peraih medali perak Li Xuerui di babak Perempat Final.
  • Ganda Putra : Angga/Ryan gagal di tangan peraih medali perak Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seoung, setelah sebelumnya berhasil mengalahkan ganda legendaris China Cai Yun/Fu Haifeng di babak perempat final. Ahsan/Hendra berhasil menuntaskan target emas dengan mengalahkan ganda tuan rumah LYD/YYS.
10635928_295247834000941_2268137422177507042_n

Medali Emas :’)

1613844_295247990667592_7857668664966572978_n

Selebrasi Ahsan/Hendra dan Coach Herry IP :’)

  • Ganda Putri : Suci/Tiara gagal di tangan unggulan pertama Misaki/Ayaka di babak 16 besar. Greysia Polii/Nitya Krishinda sukses menggondol emas dengan perjuangan yang luar biasa. Mengalahkan unggulan kedua di Semifinal Qing Tian/Zhao Yunlei dan sukses mengkandaskan unggulan pertama Ayaka/Misaki di babak final tanpa perlawanan yang berarti.
10711148_295247767334281_8914452542972926877_n

Selebrasi Greysia/Nitya di Final :’)

10409022_295247734000951_2218108987554852174_n

Greysia, Coach Eng Hian, Nitya bersama medali emas :’)

  • Ganda Campuran : Praveen/Debby sukses menembus babak Semifinal dengan mengalahkan unggulan keempat Ko Sung Hyun/Kim Ha Na sebelum takluk di tangan unggulan pertama Zhang/Zhao. Owi/Butet setelah sukses mengkandaskan lawan abadinya Xu Chen/Ma Jin berhasil meraih perak setelah kalah oleh unggulan pertama Zhang/Zhao.
10628373_295520400640351_2495741721935303466_n

The Idol’s Debby Susanto/Praveen Jordan :’)

10698405_295520527307005_8698442122818685382_n

Owi/Butet :’)

Dengan ini target dua emas dari cabang badminton berhasil diraih. Satu perak dan satu perunggu yang didapat ganda campuran juga menjadi obat tersendiri kegagalan beregu putra yang ditargetkan mendapat medali perak. Buat saya, ini adalah hasil yang membanggakan, terlebih andalan saya, Praveen/Debby sukses meraih medali perunggu di Asian Games pertama mereka berpasangan.

Video :

Rekomendasi Film Anak-Anak

Malam tadi saya menemukan video Youtube hasil upload Mas Eka Gustiwana yang membuat medley soundtrack beberapa anime jaman saya kecil sekitar tahun 90an. Beberapa anime itu memang sangat layak untuk ditonton untuk anak-anak jika dibandingkan dengan tontonan sinetron yang marak saat ini. Memang saat ini masih ada beberapa film kartun dan anime yang tayang, seperti Keluarga Somat, Upin-Ipin, Adit Sopo dan Jarwo namun masih kalah porsi tayang dibandingkan sinetron remaja yang kurang mendidik.

Ada dua video yang diunggah oleh mas Eka

Video pertama berisikan lagu-lagu dari Anime : Chibi Maruko Chan, P-Man, Hamtaro, Dr.Slump (Arale), SailoorMoon, Saint Saiya Inuyasha, Detective Conan,  Kobo Chan, Crayon Shincan.

 

Video kedua berisikan lagu-lagu dari Anime : Wedding Peach, Honey Bee Hutch, Minky Momo, Captain Tsubasa, Digimon, Dragon Ball Mojacko, Doraemon, Ninja Hattori.

 

List lagu-lagu yang ada di dalam video tersebut sangat layak untuk di tonton bagi anak-anak. Bagi para orang tua yang membaca tulisan ini dan sayang kepada anak-anaknya mungkin bisa dipertimbangkan untuk mencari film-film tersebut di internet yang cukup banyak tersebar di berbagai website.

Terimakasih Mas Eka Gustiwana dan Mba Nadia yang sudah bersedia membuat ini. 😀

Drawing Individual Event Badminton Asian Games 2014

Mari lupakan kekalahan Indonesia di team event kemarin, meskipun rasanya sakit sekali melihat Indonesia tidak bisa berbicara banyak di team event. Mari bergegas dan beranjak untuk mendukung kontingen badminton Indonesia di Asian Games di event Individu.

Sektor tunggal putra Indonesia menurunkan Tommy Sugiarto dan Ihsan Maulana Mustofa. Tommy Sugiarto menjadi andalan bagi Indonesia untuk melangkah sejauh mungkin. Tommy akan menghadapi pemain Maladewa di babak 32 besar, yang Insya Allah bisa dilewati. Babak 16 besar Tommy mungkin akan berhadapan dengan pemain Taipei, Nan Wei yang merupakan salah satu pemain yang cukup diperhitungkan.Drawing lengkapnya silahkan liat disini

Sektor ganda putra Indonesia menurunkan Ahsan/Hendra dan Angga/Ryan. Ahsan/Hendra menjadi tumpuan utama Indonesia dalam targetnya meraih emas dari cabang badminton. Ahsan/Hendra mungkin akan menemui halangan pertamanya saat bertemu dengan Liu Xiaolong/Qiu Zihan di babak QuarterFinal.Kalau berhasil Ahsan/Hendra akan bertemu dengan kemungkinan pasangan Jepang Keigo/Takeshi atau Duo Kim dari Korea. Indonesia bisa menciptakan All Indonesian Final apabila Angga/Ryan bisa mencapai performa terbaiknya di turnamen ini. Di babak 16 besar mereka sudah harus menghadapi Cai/Fu dari China. Kalau berhasil lolos Angga/Ryan kemungkinan besar akan menghadapi unggulan pertama LYD/YYS. Drawing Lengkapnya silahkan liat disini.

Sektor tunggal putri, Indonesia menurunkan Lindaweni Fanetri dan Bellaetrix Mannuputty. Lindaweni sudah harus menghadapi Wang Yihan di babak awal. Sedangkan Bellaetrix Mannuputty akan menemui hambatan saat menghadapi tunggal dari India P.V Shindu. Kalau berhasil melewati Shindu, Mba Bella sudah akan dihadang kembali oleh Monster tunggal putri china Li Xierui. Drawing lengkapnya silahkan liat di sini.

Sektor ganda putri, Indonesia menurunkan Greysia/Nitya dan Suci/Tiara. Suci/Tiara akan mulai menghadapi tantangan di babak 16 besar saat berhadapan dengan Ayaka/Misaki. Kalau bisa melewati hadangan ini seharusnya Suci/Tiara bisa tembus semifinal yang kemungkinan akan berhadapan dengan Wang/Yu. Greysia/Nitya akan menghadapi ganda taipei atau hongkong jika berhasil lolos dari hadangan pemain maladewa. Jika berhasil lolos lagi kemungkinan akan bertemu dengan ganda jepang. Reika/Maeda Drawing lengkap silahkan liat di sini.

Sektor ganda campuran, Indonesia menurunkan Owi/Butet dan Praveen/Debby. Owi/Butet menjadi tumpuan target 2 emas di cabang bulutangkis. Owi/Butet akan menghadapi ganda Nepal di babak awal. Babak 16 besar akan mempertemukan Owi/Butet dengan kemungkinan ganda jepang Maeda/Hashimoto. Kalau berhsil melewati ini Owi/Butet akan bertemu dengan pemenang antara Maneepong/Sapsiree (THA) atau Shin Baekcheol/Jang Ye Na (KOR). Semifinal kemungkinan Owi/Butet akan bertemu dengan salah satu lawan abadinya Xu Chen/Ma Jin. Praveen/Debby sendiri akan menghadapi ganda Pakistan di babak awal. Selanjutnya dihadang oleh ganda Hong Kong yang merupakan unggulan ketujuh. Kalau berhasil melewati ganda HKG ini PraDeb akan dihadang oleh Ko Sung Hyun/Kim Ha Na (KOR) untuk selanjutnya kemungkinan besar menantang unggulan pertama Zhang Nan/Zao Yunlei. Drawing lengkapnya silahkan liat di sini

Semoga performa buruk di team event bisa terbalaskan di individual event ini. Saya selalu mendoakan untuk semua atlit, untuk semua warga negara Indonesia yang membela nama negara di kancah Internasional.

Bismillah…