Taksaka Trip

Rabu 6 Maret 2013 kemarin akhirnya kembali sepur – sepuran menikmati promo yang sedang diadakan oleh KAI. Promo #SweetValenTrain yang memberikan saya tiket eksekutif Taksaka Malam Yogyakarta – Gambir dengan harga 100rb saja :D.┬á Sebenarnya agak g direncanakan sih ini pulang lagi ke Jakarta, ya berhubung ada partner humas saya aja ini yang ikut2an udik mau naek eksekutif, jadilah kami Humas On Vacation Goes To Jakarta.

Kurang lebih pukul 17.30wib saya keluar rumah Klaten menuju Shelter TransJogja Prambanan yang kurang lebih berjarak 8km. Sesampai dan semasuknya saya di dalam Bus TransJogja dengan nomor 1A saya pun melaju menuju Stasiun Besar Yogyakarta. Sekitar pukul 18.30 saya pun tiba di stasiun Yogyakarta, berhubung partnernya belum dateng karna masih nganu sama nganunya kayanya jadi saya pun shalat terlebih dahulu. Sekitar pukul 19.00 kalo ga salah beliau datang. Dan berikut beberapa foto ketika menanti KA 41 siap

DSC002641

KA Senja Utama Solo (Lupa Nomor KAnya)

DSC002681

GajahWong

DSC002631 DSC002671

Kurang lebih sekitar pukul 20.00 rangkaian KA 41 Taksaka Malam sudah siap.

Bagasi diisi diisi

Bagasi diisi diisi

Kami berada di kereta yang terpisah, saya di kereta 2 seat 13B (didepan sendiri sumprit g enak), sedangkan partner saya tika gelora di kereta 3 8A kalo tidak salah ingat. Dan karena ibu – ibu di Exe3 8B g mau diminta tukeran yaudah jadi malah kita komunikasi lewat HP, dan jebul sepanjang perjalanan dia malah ngayap pindah pindah tempat duduk.. -___-

Untuk kali ini maaf ga ada rekapan perjalanannya karena terlampau asik di kereta nonton step up 3 yang diputerin difilm.. ­čśÇ
Pukul setengah 11 KA 41 Touchdown di stasiun besar Cirebon.

TouchDown CN bersanding dengan Gawong

TouchDown CN bersanding dengan Gawong

Dan selanjutnya Touchdown di stasiun Jatinegara pukul setengah 5 pagi. Selamat Datang Di Jakarta Para Humas Akasia ’09 ­čśÇ

Advertisements

Trip (Yang Seharusnya) Sama Argo Dwipangga

Hari Selasa 23 Oktober 2012 hari yang saya nanti – nantikan akhirnya datang. Ya setelah pasti mendapatkan tiket promo KA Argo Dwipangga kurang lebih sebulan yang lalu maka saya pun menantikan untuk menikmatinya. Tiket promosi tersebut pada akhirnya membawa saya ke ribuan kata – kata untuk diceritakan sebagai pengalaman pertama saya. Dan inilah ceritanya.

  • Niatnya Mau Ke Solo

Berhubung ini adalah kesempatan yang langka bisa naik KA Argo ke Jakarta maka saya memutuskan untuk menikmatinya full dari stasiun pemberangkatan di Solo Balapan tidak dari Klaten. Dan atas dasar itulah maka jam 5 sore saya sudah standby di stasiun klaten untuk menunggu prameks ke solo yang dijadwal biasanya berangkat sekitar setengah 6 atau jam 6. Jadi gini rencana saya itu jam 6 sore berangkat menuju solo balapan entah itu dengan prameks ataupun madiun jaya. Sekitar setengah 7 sudah di Solo, nyari makan di solo sampe jam setengah 8an baru deh standby di rangkaian dwipangga. Namun faktanya setelah sampai di Klaten ternyata saya tidak bisa melaksanakan niatan untuk menuju ke Solo dikarenakan ada Rinja ( Rintangan Jalan ) demikian yang diungkapkan oleh bapak petugas penjaga loket. Nah dari sini saya sudah feeling g enak karena sampai ada pembatalan maka kemungkinan besar ada sesuatu hal yang besar pula yang terjadi. Jangan – jangan ada PLH. Saya sempatkanlah untuk membuka jejaring sosial, biasanya ada yang update info terkait berita KA. Dan yak benar saja ternyata ada PLH, KA Prambanan Ekspress yang (mungkin seharusnya) saya naiki ternyata melesat dan terguling keluar jalur di daerah Kalasan.

  • Menanti di Stasiun Klaten
Madiun Jaya Berhenti di Klaten

Madiun Jaya Berhenti di Klaten

Galau juga dengernya, baru kali ini Prambanan Ekspress mengalami PLH apalagi sampe keluar rel. Daops VI YK yang dapat dikatakan merupakan salah satu daops dengan lintas terbaik akhirnya terkena PLH juga. Yang ada dipikiran saya saat setelah mendengar dan kebetulan melihat foto KA Prameks yang terguling itu adalah bingung, aka berangkat jam berapa nanti. Apa benar – benar lintas tersebut tidak dapat digunakan? Dan akhirnya saya menggalau di ruang tunggu stasiun Klaten, sempat berharap kalau lintas tkp bisa dilintasi karena di lokasi tersebut sudah memiliki dua jalur. Namun kenyataannya pahit setelah KA Madiun Jaya masuk stasiun Klaten dan dibatalkan perjalannya sehingga tidak dapat melanjutkan tripnya hingga akhir ke Stasiun Yogyakarta. Para penumpang Madiun Jaya diberikan kompensasi berupa pengembalian penuh uang tiket. Luntang – lantung coba sms retno yang rumahnya deket dengan rel untuk meminta pantauan lintas siapa tau ada yang melintas. Sms mba idha buat ngabarin keterlambatan yang malah ngajakin makan angkringan. hahahaha

Penukaran Tiket Madiun Jaya

Penukaran Tiket Madiun Jaya

  • Menunggu Di Dalam Peron

Akhirnya setengah 7 daripada ngegalau di ruang tunggu saya pun masuk ke dalam stasiun, sekalia sholat maghrib sama cari makan niatnya. Dan setelah shalat maghrib saya pun duduk – duduk ngobrol sama ibu – ibu penumpang senja utama solo yang ternyata pedagang sayur di Pasar Kramat Jati. Sambil mengobrol mendengarkan asam garam kehidupan dari sang ibu terdengar juga obrolan dari mbak – mbak yang agak angkuh menuurt saya hahaha.Salah satu dari ┬áMereka nampaknya bukan dari kalangan penumpang loyal kereta api. Malah kalau saya tangkap dari pembicaraan mereka ini adalah momen pertama mereka naik kereta bisnis Senja Utama Solo. Yang satu mbaknya doyannya ngebis ( abis pamer kemarn naek bis super eksekutif tapi abis itu saya tertawa karena dia bilang harus duduk diam g ngapa2in karena bisnya ngetem 3 jam g tau nunggu apaan hahahaha ) Mbak yang satunya nampaknya penumpang royal KA kelas Argo yang katanya sehari sebelumnya baru saja ketinggalan KA Argo Dwipangga ( ditengok dari mbaknya bilang dia distasiun jam 9) Mereka pertama kali naik kelas bisnis tapi sudah merasa kecewa, ya cuma karena momennya aja yang engga pas. Sambil nunggu kepastian akan keberangkatan di jalur 3 stasiun klatenpun sudah siap sedia KA Senja Bengawan yang duduk manis menanti nasibnya harus berjalan lewat mana.

Ditengah penantian datanglah kereta penolong beserta crane yang lewat di KT, alamat bakal tambah lama deh ini karena sekitar jam 7 kereta tersebut baru lewat. Evakuasi kereta tidak pernah berjalan sebentar. Dan yang ada dibenak saya sejatinya menanti apakah akan ada pengoperan ke Solo atau pengoperan ke Jogja. Ke Solo masih bisa dimungkinkan karena masih ada rangkaian Madiun Jaya kosong yang standby di stasiun srowot (infonya begitu) dan juga masih ada KA Bengawan yang standby di jalur 3. Dioper ke solo untuk nanti kereta kami berangkat lewat semarang, seperti itulah biasanya apabila ada PLH di lintas Selatan. Atau dioper ke Jogja untuk melanjutkan perjalanan dari sana dengan rangkaian kereta yang ada di depo kereta Yogyakarta

  • Dan Kamipun Beranjak Ke Yogyakarta

Bis yang membawa Kami

Sekitar pukul 7 lewat 20 menit malam itu pengumuman pun terdengar bagi para penumpang KA Senja Utama Solo untuk menanti kembali diluar peron. Nah ini semakin membuat saya galau, karena ternyata eh ternyata kebanyakan yang nunggu itu penumpang senja utama solo. Dan saya adalah penumpang Argo Dwipangga yang kecepetan berada di stasiun. Ya setelah semua penumpang senja berada di luar dan keadaan mulai sepi saya pun beranjak untuk menunaikan sholat isya. Namun baru saja selesai wudhu saya juga dipanggil (percaya atau engga di dalem peron ternyata baru saya satu – satunya penumpang KA Argo Dwipangga) sampai hafal mas – mas yang jaga tiket, mungkin karena jaket saya yang saya pakai itu jaket dari semboyan35.com. Dan akhirnya bersama para penumpang senja solo dan satu orang juga yang ternyata sama – sama naik Argo Dwipangga kami dinaikkan bis untuk selanjutnya dibawa ke stasiun Yogyakarta.

  • Di Dalam Bis

Dan akhirnya saya duduk manis didalam bis bersama para penumpang lain menuju Stasiun Besar Yogyakarta. Didalam bis saya senyam – senyum sendiri, ga menyangka akan seribet ini perjalanan pulang saya hari ini. Cukup banyak penumpang yang terlihat bt dan menahan amarah. Yah mungkin kalau posisi saya untuk pulang ke jakarta sedang mengejar – ngejar waktu mungkin perasaan yang saya alami sama. Jadi ini dapat diambil hikmahnya yaitu kalau memang mau bepergian sediakan waktu yang cuku jangan dipepet – pepet kecuali memang terpaksa. Dan atas hikmah perjalanan inilah saya membulatkan tekat untuk kembali ke perantauan hari minggu pagi.

Dan perjalanan kami masih berlanjut, ditemani petugas – petugas dari Stasiun Klaten, mas satpam (yang tak liat – liat jebul mirip Iggy) dan mas pemeriksa karcis dan satu bapak – bapak yang mengkoordinir semuanya. Apresiasi spesial buat mereka yang sabar dan tetap berusaha tersenyum menghadapi beberapa amarah dan kelinglungan para penumpang. Dan saat kami melintas di lkasi PLH prameks ternyata masih ramai banyak kendaraan yang parkir hanya skedar untuk melihat. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dan kurang lebih 40 menit perjalanan kami dari stasiun Klaten ke Stasiun Yogyakarta ┬á( bisnya mawut – mawut jalannya super kenceng )

  • Sampai Di Stasiun Besar Yogyakarta

Jam tangan saya menunjukkan pukul 20.17 saat menginjakkan kaki di tanah parkiran stasiun tugu Yogyakarta, kami berangkat dari stasiun Klaten dengan bis sewaan pada pukul 19.46 waktu jam saya. Rombongan pun menuju ke loket stasiun ya suasana crowded terjadi di stasiun besar Yogyakarta, dan kami para penumpang dari Klaten terpaksa menukarkan tiket. Para penumpang senja Solo beralih ke kereta Senja Utama Yogyakarta yang sampe jam setengah 10 belum jalan sodara – sodara skalian. Dan sekitar jam sepuluh kurang lah senja utama Yogyakarta baru berangkat. Senja Yogya yang jadwal aslinya jam setengah 7 pun akhirnya baru bisa lepas landas sekitar jam 10. Dan di jalur 1 pun masih menunggu pemberangkatan yaitu KA Gajahwong. Saya sendiripun sebagai penumpang KA Dwipangga akhirnya terpaksa menukarkan tiket dan berangkat dengan KA Taksaka Malam. ┬áSetelah antrian panjang akhirnya saya pun masuk ke stasiun, nyari makan dan melanjutkan sholat yang tertunda.

Di Stasiun besar Yogyakarta

  • Bima +Gajayana +Dwipangga = Taksaka Malam

Setelah makan dan sholat saya pun duduk manis di peron 5 menanti langsiran KA Taksaka Malam, ada yang menarik disini saat saya melihat rombongan pelajar entah dari SD mana yang masih duduk dan masih terlihat semangat menunggu pemberangkatan. Hal itu juga membuat saya semakin santai dan menikmati momen – momen ini. Berbeda dengan kondisi sebelumnya dimana banyak keluhan yang saya dengar, yah sedih juga sih dengernya, tapi mau bagaimana namanya juga musibah kita tidak tahu. Dan akhirnya rangkaian KA Taksaka Malam tersedia di jalur 5 stasiun Yogyakarta, dan saya akhirnya berada di K1 7 seat 3A yang sebelumnya harusnya berada di K1 1 seat 6C. Ga sempet liat loko yang menarik karena berada di belakang saya sudah terlanjur capek mau jalan kedepannya. Dan masuklah saya ke rangkaian kereta Taksaka untuk pertama kalinya. Dan sialnya kursinya ga bisa direbahin, hedeehh recliningnya g berfungsi, yasudahlah toh saya masih bisa tidur nyenyak hingga akhirya berangkat pukul 22.16 dari stasiun YK dan mendarat dengan mulus di JNG pada pukul 05.55 didepan KA 97 Senja Solo yang denger2 diputer lewat jalur Semarang dan di depan KA 3 Argo Bromo Anggrek.

Tiket Asli

Kereta Yang Saya Naiki

Trip pertama dengan Argo yang banyak cerita

Turut berduka untuk Prambanan Ekspress dan Daops VI, semoga cepat lancar kembali ­čśÇ

Kereta Rel Listrik

Seorang kawan railfans mengirimkan pesan singkat ke hape merah saya yang memberikan info kalo berita tentang penertiban penumpang Kereta Rel Listrik ( untuk selanjutnya disingkat KRL ) masuk jadi Hot Thread di salah satu forum terbesar di Indonesia.

KRL (Picture By Master Rendra )

Belakangan ini memang PT KAI Daops I khususnya mungkin bersama PT KCJ ( Kereta Api Commuter Jabodetabek ) ┬áselaku pengelola kereta komuter di Jabodetabek┬ásedang berupaya menertibkan para penumpang – penumpang yang naik di atas KRL atau yang acap kali disebut sebagai Atapers. Melihat banyaknya korban yang tewas akibat terjatuh dari atap KRL maupun tersengat aliran listrik acap kali terdengar di ┬ámedia – media elektronik. Dan untuk menertibkannya mulai bulan ini PT. KAI mulai menindak para Atapers dengan cara memberikan semprotan air berwarna di beberapa titik untuk nantinya sebagai identifikasi bahwa penumpang tersebut adalah Atapers┬ádan akan ditindaklanjuti di stasiun terdekat.

Atapers

Cara lain yang akan dilakukan akan memasang alat semacam pintu koboi ( pintu yang biasa terlihat pada Bar di film – film koboi ) dari karet dan pipa. Pintu tersebut juga rencananya akan dipasang di beberapa titik di lintasan. Nah yang ini menurut saya agak bahaya, karena bisa memungkinkan penumpng yang naik terjatuh.

Sebenarnya miris juga melihat berita ini. Kenapa? Akan coba saya ulas dari dua sisi.

  • Dari Sisi Pengelola

Dari sisi PT KAI langkah ini diambil sejatinya untuk meminimalisir korban yang mungkin akan timbul akibat terjatuh dari atap atau tersengat aliran listrik. Suatu langkah antisipatif sebenarnya dan suatu tindakan pencegahan.

  • Dari Sisi Penumpang

Banyak mungkin yang beranggapan bahwa para Atapers adalah para penumpang gelap. Tapi sejatinya tidak, mereka tetap membeli tiket layaknya para penumpang lainnya. Mungkin alasan mereka naik ke atap adalah karena di dalam kereta sudah penuh sesak. Dan mereka terdesak oleh waktu sehingga tidak mungkin untuk menunggu keberangkatan kereta selanjutnya. Daripada harus berdesak2an di atap mungkin lebih baik bebas leluasa di atap dengan segala resiko yang sejatinya telah mereka ketahui.

Penuhnya aja kaya gini

Nah melihat dua sisi ini siapa yang salah sebenarnya??

Di satu sisi pengelola melakukan langkah itu untuk menjaga nyawa penumpang. Di sisi lain penumpang melakukan hal tersebut karena memang tidak mungkin untuk masuk ke dalam kereta dengan berbagai hal yang telah disebutkan sebelumnya. Lalu bagaimana Solusinya??

Solusinya menurut saya sebagai orang awam yang menyenangi kereta api ada baiknya KAI menambah jumlah armada KRL mereka. Membereskan masalah persinyalan yang sering terganggu. Kalau armadanya mencukupi pastilah tidak ada lagi istilah Atapers. Ya untuk kasus ini jelas yang dibutuhkan adalah penambahan armada. Kereta Api sebagai transportasi massal seharusnya mendapat suatu perhatian khusus dari pemerintah.

Ayo lah pemerintah tolong lihat realita ini. KAI selaku pengelola kereta api jelas membutuhkan bantuan subsidi dari pemerintah, karena jelas KAI ada dibawah naungan pemerintah meski secara tidak langsung. Dan saya harap KAI kembali bangkit dan jaya. Semoga Pemerintah memperhatikan Kereta Api dengan lebih baik lagi…

Salam s35..

Sedikit Artikel Tentang Seseorang Penggerak Ular Besi

Masinis pihak pertama yang dijadikan tertuduh berbgai kecelakan kereta api

Siap Tugas

SETIAP kali terjadi kecelakaan kereta api-yang belakangan bertambah sering pihak pertama yang dijadikan tertuduh adalah masinis. Maklum, sosok satu ini merupakan pengendali utama jalannya kereta api sehingga dianggap menjadi penanggungjawab utama. Beban masinis kian berat dengan adanya stereotip di masyarakat, terutama tentang operasional moda transportasi darat (misalnya tentang sopir mabuk atau ugal-ugalan yang menjadi penyebab kecelakaan).

Padahal, berbeda dengan sopir bus umum, sesungguhnya masinis memiliki cara kerja yang relatif berbeda. Dalam perannya sebagai pengatur kecepatan, masinis memang serupa sopir. Namun, dalam operasional lainnya, masinis sangat bergantung kepada banyak hal, mulai dari pengatur sinyal, kondisi lokomotif (dan kereta api secara keseluruhan), kondisi prasarana (seperti rel), hingga hal-hal yang berada di luar tehnis

Kalau begitu, tepatkah tuduhan banyak orang -termasuk kalangan menteri- bahwa kecelakaan kereta api dipicu oleh ketidakandalan masinis? Dalam hal ini, Kementerian Perhubungan kemudian bertekad untuk memperketat pemberian sertifikat kompetensi masinis. Sedemikian parahkah kondisi masinis kita?

Untuk memperoleh jawaban itu, “PR” berkesempatan mengunjungi Rolling Stock Training Center (RSTC) dan Balai Yasa di Yogyakarta, atas ajakan PT Kereta Api Daerah Operasional 2 Bandung.

TERNYATA, untuk menjadi seorang masinis itu gampang-gampang susah. Berbekal ijazah minimal setingkat SLTA jurusan IPA atau SMK jurusan mesin otomotif, elektronika, dan listrik, siapa pun bisa mengadu nasib untuk menjadi masinis. Tentu saja, mereka harus terlebih dahulu menjalani serangkaian seleksi, pendidikan dasar kereta api, dan pendidikan khusus masinis di RSTC Yogyakarta.

Menurut General Manager RSTC Efrianto R. Chan, di tempat itu, para calon masinis digembleng selama enam bulan. Pendidikan diberikan dengan pola semimiliter. Setiap harinya, proses pendidikan dimulai sejak bangun tidur pada pukul 4.30 WIB dan diakhiri dengan apel malam pada pukul 21.30 WIB. Hal itu dilakukan untuk membentuk mental, disiplin, dan fisik yang kuat

Menurut Efrianto, hal itu diperlukan oleh sosok masinis yang nuniilki beban berat dalam kerjanya, baik dalam hal menjaga keselamatan penumpang maupun aset perusahaan. Walaupun bisa bertahan selama enam bulan dan dinyatakan lulus pendidikan, para calon tak lantas bisa langsung mengendarai kereta api. Soalnya, kompetensi yang akan diperoleh dari RSTC baru sebatas menjadi asisten masinis.

Surat Informasi Untuk Mass

Untuk menjadi masinis sebenarnya, biasanya dibutuhkan waktu dua tahun lagi. Soalnya, mereka harus terlebih dahulu mengenal kondisi trayek yang akan dijalaninya. “Mereka harus paham betul mengenai tikungan, tanjakan, persilangan,dan berbagai hal yang berkaitan dengan perjalanan kereta api.

“Jika dibandingkan dengan zaman dulu, saat ini untuk menjadi masinis memang relatif lebih singkat Meskipun demikian, saya kira sudah cukup ideal karena para calon memiliki dasar pengetahuan yang relatif mencukupi dibandingkan dengan zaman dulu. Tinggal masalah disiplin yang kami tekankan. Soalnya, disiplinlah yang paling penting dalam tugas masinis,” katanya.

Menurut Efrianto, pada tahun 2011, PT Kereta Api akan mendidik 263 calon masinis. Sekalipun saat ini total jumlahnya sudah mencapai dua ribuan orang, kebutuhan akan masinis masih banyak Apalagi mengingat sebagian besar masinis yang ada sudah berusia di atas 45 tahun.

Bagaimanapun, usia sangat berperngaruh terhadap kinerja masinis. Sekalipun jam kerja masi-nis sudah dikurangi, dari delapan jam menjadi enam jam per hari, kekuatan fisik untuk masinis yang berusia di atas 45 tahun tentunya sudah sangat berkurang, terutama untuk perjalanan jarak jauh, misalnya Bandung-Surabaya.

“Pendeknya, kami sudah mempertimbangkan segala hal agar para masinis bisa mengoperasikan kereta api dengan baik, termasuk menaikkan gajinya. Saat ini, gaji masinis berada pada kisaran Rp 3 juta-Rp 4 juta per bulan,” katanya.

SERTIFIKAT kompetensi yang dimiliki, sebenarnya, bukanlah jaminan bagi calon masinis bisa men-jalankan kereta api. Soalnya, mereka harus terlebih dahulu memiliki surat izin mengemudi (SIM). Berdasarkan informasi dari Majalah Kereta Api, November 2008, jika sudah bisa menjalankan lokomotif secara lancar, para calon akan mendapat SIM T.63 yang merupakan tanda resmi menjadi asisten masinis.

Untuk dapat menjadi seorang masinis seutuhnya dan dapat membawa lokomotif dengan andal, para calon diharuskan belajar jalan atau lintas selama tiga bulan. Mereka juga harus berbekal kecakapan lain yang diwajibkan oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007.

Jika dinilai mampu, terdapat dua jenis SIM yang bisa didapatnya, bergantung kepada kelas kereta api yang akan dijalankannya. Pertama adalah SIM T.62, untuk masinis langsir dan kereta api berkecepatan maksimum 45 kilometer perjam. Kedua adalah SIM T.62A yang diperuntukkan bagi kelas masinis yang mengoperasikan lokomotif besar dengan kecepatan di atas 45 kilometer perjam.

Memiliki SIM tersebut juga belum menjamin masinis bisa menjalankan kereta api sepenuhnya karena mereka terlebih dahulu harus memiliki BV (Baan Vakt) surat izin melewati lintasan tertentu. Biasanya, BV ini dikeluarkan oleh tiap-tiap daerah operasional (daops). Misalnya, masinis Daops 1 Jakarta tidak diperbolehkan melintasi Daops 3 Cirebon jika tak memiliki BV Daop 3. BV ini berkaitan erat dengan pengenalan lintasanyang dimiliki seorang masinis.

Selain harus menjalani proses administratif tersebut, masinis juga mesti menaati standar operasional dan prosedur saat bertugas. Salah satunya terhadap alat strategis yang dinamakan deadman pedal. Alat mungil itu berfungsi sebagai alarm bagi kesadaran masinis dalam mengatur kecepatan kereta api.

Deadman pedal harus diinjak masinis selama menjalankan kereta api, umumnya dengan sistem 90/30 . Artinya, pedal tersebut memiliki set waktu 90 detik diinjak dan 30 detik dilepas. Sepanjang perjalanan kereta api, masinis harus melakukan itu (90 detik menginjak pedal dan 30 detik pedal dilepas) secara berulang-ulang. Jika masinis tidak menggubris mekanisme tersebut, deadman pedal akan memerintahkan alarm di kabin masinis berbunyi. Jika tetap diabaikan, deadman pedal akan melakukan tugas keduanya, melakukan pengereman otomatis hingga kereta api berhenti total.

Dengan begitu banyaknya kontrol keamanan untuk masinis kereta api, sejak proses perekrutan hingga operasionalnya, lantas logiskah jika masinis menjadi tertuduh utama setiap musibah kecelakaan terjadi? Menurut sejumlah pakar transportasi, banyak faktor yang menjadi penyebab kecelakaan kereta api. Beberapa di antaranya adalah sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta penyebab-penyebab lain (seperti bencana alam). Jarang sekali kecelakaan disebabkan oleh penyebab tunggal.

Meskipun demikian, dari sekian banyak kecelakaan kereta api, peluang masinis untuk dijadikan tertuduh sangat tinggi, bahkan mendominasi. Silakan hitung berdasarkan pemberitaan media massa. Jarang sekali tuduhan itu dialamatkan kepada sarana dan prasarana atau SDM lain, seperti kepala stasiun dan Direktur Utama PT Kereta Api. (Yusuf Fitriadi/TR”)***

Senyum Mereka Senyum Para Railfans..

Sumber Foto : Semboyan35.com

Sumber : Disini

From Them To Me…

Kemarin sore tepatnya tanggal 29 Maret 2011 akhirnya saya mendapat giliran “dibantai” oleh teman2 saya. Pembantaian yang acara tersendiri semenjak korban pertama Akasia Production yaitu Teman saya Gofur Sartika tanggal 1 Mei 2010 lalu di. Di situ lah awal mulanya. Memang saat itu saya juga menjadi salah satu dalang dibalik kesuksesan acara itu. *masih ingat smsnya kala itu “kenapa sih hari ini semua orang kayanya bikin penasaran.”* hahaha…

Dan mungkin saya adalah target operasi yang paling dinanti. Karena apa?? Karena sepertinya saya selalu hadir di ritual itu *cuma pas dhika yang g ada*..

Mulai dari Tika (di kediamannya), Yoga (di pantai Drini), Chandra (di Alkid), Reipita (di kediaman tri), Kembar (di kediamannya), Alip (Samping Gedung FE), Dhiki (di kediamannya) dan Mba Riris ( Di Kediaman Mama Rahma ) yang sepertinya terakhir. Dan kemarin pun menjadi ajang mereka membalas dendam.

Perasaan g enak muncul sebenarnya ketika mendadak merasa kenapa parkiran FISE barat begitu ramai. Reipita yang tumben nongol, Kembar yang tumben g langsung cabut balik. Dan Mba Riris yang menahan saya (pinter y nahannya bilang fotokopi) ckckck…Makin g enak saat liat Bio megang slayer dan saya langsung dikepung massa

-.-”

Dan yak bener saja…saya dikeroyok beramai – ramai dengan mata tertutup saya pun menjadi bulan2an 14 orang…

Habislah saya dikeroyok tepung, telur, dan mentega (bener2 balas dendam mereka ini) ­čśŽ

Belepotan abis muka, baju , dan celana saya (foto menyusul masih di bio)

dan tentu saja ritual tiup lilin sampe mati semua yang beruntung karena badan saya kotor bisa dijadikan senjata…hahaha

Dan inilah pemberian mereka untukku

Replika CC 201 04

Short Hood Versinn

Long Hood Version

The Real C1 04 LH Version

Terimakasih ya teman2..saya tahu membuat ini sangat sulit..karena papercraft saya saja masih teronggok di dalam lemari dalam bentuk potongan potongan..Baru jadi satu kereta K-2 itu pun meleyot…hahaha…dan yang spesial tentu testimoni dari mereka teman2 keluarga kecilku di akasia…

Testimoni

Sory gambar testimoninya gelap..maklum motretnya malam dan cuma make hape…

Dari testi teman2 kelihatannya yang namanya Nur Aziz Ardiantono itu jailnya g ketulungan.. Emang segitu jailnya y saya??hahaha..maaf ya maksudnya cuma ingin menghidupkan suasana aja..mohon maaf kalo ada kejailan yang g berkenan.. ­čśÇ

Dhiky, Dhika, Mba As3, Retno, Oma, Tri, Mba Riris, Wahyu, Yoga (Mama Rahma , Tika, Whenk, Alip )

Dhiky, Dhika, Mba As3, Retno, Oma, Tri, Mba Riris, Wahyu, Yoga (Mama Rahma , Tika, Whenk, Alip )

Bio, Retno, Dhiky, Oma, Mba Riris, Tri, Yoga, Wahyu, ( Mba As3, Mamah Rahma, Tika, Whenk, Alip)

Bio, Retno, Dhiky, Oma, Mba Riris, Tri, Yoga, Wahyu, ( Mba As3, Mamah Rahma, Tika, Whenk, Alip)

Buat Yoga  makasih bro doanya..amin amin amin..semoga bisa saya mengabdi di perkeretaapian Indonesia

Buat Tika : sembarangan aja bilang ane tukang rumpi… -.-” You’re one of my best friend too ­čśÇ

Buat Mba Riris : Maaf lho mba buat radiasi “nuklirnya” hahaha..makasih y mba aku tahu ni kado pasti garap ditempatmu karena pas mba as3 minta mika aku ada di kos yoga… makasih udah disimpen disana.. ­čśÇ

Mba As3 : Makasih mba atas doa – doanya..moga qm juga sukses selalu ya… ­čśÇ

Wahyu : Talk less do more kawand….hahahaha

Mama Rahma : Amin..makasih mama.. ­čśÇ

Tri : Makasih om…pasti ente yang buat dan memperbesar lokonya..karna saya menemukan filenya di Eksternal anda…hahaha

Dhiky : Ide anda saya terima dik…hahaha

Trio Powerpuff : Saya jail ya???hahaha…sory lho…sory…hahaha

Dhika : Ide anda untuk diet??sepertinya saya tolak deh…hahaha

Mas Rei Mba Pita dan De Sari a.k.a Reipita Sari :

Mlah ngajak Battle

-,- “

dan dia mengerjai saya sore ini dengan smsnya… ckckckc…

Alip : Porjah milan always bro.. hahaha

Makasih untuk semuanya teman2…love you all..always…semoga kebersamaan kita ini terus terjalin…

NB : Seandainya ini bisa untuk semua akasia member ya,,,pasti indah sangat….

Kamar Klaten, 30 – 03 -2011

Aziz Ardiantono

Moda Transportasi Milik Solo

Ya ini suatu terobosan baik dari pemda Solo. Apresiasi yang sangat besar untuk Bapak Joko Widodo selaku orang nomor satu di Solo.

Mereka baru saja dilaunching minggu ini tanggal 20-02-2011..

Mereka adalah

Bus Tingkat Wisata yang akan melayani wisatawan keliling solo

Bus Tingkat Wisata

Jangan salah bis ini atapnya bisa buka tutup kaya bis bis tingkat diluar negeri. Penasaran?? Datang saja ke Solo.. ­čśÇ

Dan satu lagi yang spesial..Sangat spesial..

Dialah

Railbus kedua di Indonesia

Railbus Solo "The Spirit Of Java"

Ini akan berkeliaran di jalan protokol Solo sebagai salah satu investasi Angkutan Massal. Tidak sabar saya mencicipinya meski saat ini masih harus balik kandang ke Madiun untuk penyempurnaan.

Berikut foto2 launchingnya.

Bus Tingkat Wisata Di Kawal Rekan - rekan BMC

Bus Tingkat Wisata Di Kawal Rekan - rekan BMC

Railbus masih selimutan
Rekan – Rekan RF
Launching Bersama

Sebagai pendatang di Daops VI YK- SLO saya bangga dengan Pak Jokowi…

terimakasih bapak Jokowi.. Terimakasih PT. INKA..

Selamat menikmati warga Solo….