Taksaka Trip

Rabu 6 Maret 2013 kemarin akhirnya kembali sepur – sepuran menikmati promo yang sedang diadakan oleh KAI. Promo #SweetValenTrain yang memberikan saya tiket eksekutif Taksaka Malam Yogyakarta – Gambir dengan harga 100rb saja :D.  Sebenarnya agak g direncanakan sih ini pulang lagi ke Jakarta, ya berhubung ada partner humas saya aja ini yang ikut2an udik mau naek eksekutif, jadilah kami Humas On Vacation Goes To Jakarta.

Kurang lebih pukul 17.30wib saya keluar rumah Klaten menuju Shelter TransJogja Prambanan yang kurang lebih berjarak 8km. Sesampai dan semasuknya saya di dalam Bus TransJogja dengan nomor 1A saya pun melaju menuju Stasiun Besar Yogyakarta. Sekitar pukul 18.30 saya pun tiba di stasiun Yogyakarta, berhubung partnernya belum dateng karna masih nganu sama nganunya kayanya jadi saya pun shalat terlebih dahulu. Sekitar pukul 19.00 kalo ga salah beliau datang. Dan berikut beberapa foto ketika menanti KA 41 siap

DSC002641

KA Senja Utama Solo (Lupa Nomor KAnya)

DSC002681

GajahWong

DSC002631 DSC002671

Kurang lebih sekitar pukul 20.00 rangkaian KA 41 Taksaka Malam sudah siap.

Bagasi diisi diisi

Bagasi diisi diisi

Kami berada di kereta yang terpisah, saya di kereta 2 seat 13B (didepan sendiri sumprit g enak), sedangkan partner saya tika gelora di kereta 3 8A kalo tidak salah ingat. Dan karena ibu – ibu di Exe3 8B g mau diminta tukeran yaudah jadi malah kita komunikasi lewat HP, dan jebul sepanjang perjalanan dia malah ngayap pindah pindah tempat duduk.. -___-

Untuk kali ini maaf ga ada rekapan perjalanannya karena terlampau asik di kereta nonton step up 3 yang diputerin difilm.. 😀
Pukul setengah 11 KA 41 Touchdown di stasiun besar Cirebon.

TouchDown CN bersanding dengan Gawong

TouchDown CN bersanding dengan Gawong

Dan selanjutnya Touchdown di stasiun Jatinegara pukul setengah 5 pagi. Selamat Datang Di Jakarta Para Humas Akasia ’09 😀

Advertisements

The Pacitan Story

Finally yang berarti akhirnya keinginan untuk menjelajah tanah Pacitan terlaksana di awal Februari ini. Atas berkat rahmat Allah SWT dan kesediaan salah satu teman yang berdomisili di Pacitan akhirnya saya bisa juga menikmati indahnya Pacitan.

2 Februari 2013 akhirnya saya bersama beberapa teman dari Akasia ’09 berangkat menuju ke Pacitan untuk kembali touring antar kota yang sudah cukup lama tidak dilakukan. Cukup spesial sebetulnya karena touring kali ini bisa dibilang juga menjadi salah satu moment untuk partner saya ketemu calon mertuanya hahaha. Setelah sempat ditunda selama seminggu maka pada hari sabtu itu akhirnya kami bersembilan berangkat dengan formasi

  • Danny – Tika
  • Rei – Riris
  • Fely – Rahma
  • Aziz – Retno
  • Wahyu

Ya touring kali ini partner touring saya ganti, ya karena partner saya yang lama sudah bersama partner hidupnya yang kali ini akan kita sambangi rumahnya. Dan pada jam 14.00 akhirnya kita start dari Jakal km.10 dari istananya Tika Gelora yang dengan sukses saya paksa untuk menyediakan asupan makanan terlebih dahulu. Perjalanan kali ini diestimasikan akan memakan waktu kurang lebih 3 jam. Satu jam perjalanan masih dikawal dengan cuaca mendung hingga memasuki wilayah gunung kidul. Partner baru saya Retno sempat sedikit mengigau yang membuat saya berfikir kalau jarak dari Jakal hingga Patuk bisa memakan waktu 2 jam, jebul dia salah liat jam. Masuk ke area Semanu Gunung Kidul akhirnya perjalanan kami dikawal oleh hujan yang sangat deras dan jadilah sepanjang jalan kami menggunakan Jas hujan sebelum akhirnya berhenti untuk bertemu dengan Wahyu di daerah Pracimantoro.

Niat awal kami sebelum chek in di kediaman saudara Danny kami ingin menikmati sunset di pantai buyutan. Namun apa daya musibah menimpa Rei – Riris yang terpeleset jatuh dari motor, yang menyebabkan mereka berdua sedikit terluka di bagian lutut. Rei yang cukup mendapatkan luka parah di lutut sebelah kanannya. Sepanjang perjalanan yang naik dan turun gunung dan melewati jalan yang penuh dengan lubang sejatinya saya yang was – was akan kondisi motor saya sendiri. Phantom sudah seharusnya saya servis namun terlupa hingga pada saat start dari Klaten sudah melewati sekitar 100km untuk servis. Selain itu rantai motor pun lupa belum saya kencangkan. Kekhawatiran bertambah ketika berhenti sesaat sebelum kejadian rantai si Phantom sudah mulai berbunyi yang menandakan kendornya rantai tersebut. Namun ternyata malah Rei – Riris yang terpeleset.

Niat ke Buyutan pun kami urungkan dengan pertimbangan Rei – Riris butuh untuk istirahat. Formasi pun berganti Rei akhirnya bersama saya dan mba riris bersama wahyu. Beat si rei akhirnya dibawa partner baru saya Retno. Beristirahat sesaat di Padepokan Manguntur (alias Masjid) kenapa saya sebut padepokan?? Karena di mesjid ini boss reipita mendapatkan ramuan dari dedaunan untuk menutup luka beliau.

Setengan 9 malam akhirnya kami tiba dikediaman Danny untuk beristirahat dan mencoba mengobati rei yang sebenarnya selama diperjalanan dari TKP sampai kediaman Danny dia malah guyon sama saya.

Minggu 3 Februari 2013

Hari minggu inilah hari kita berwisata, saya masih berpartner dengan si boss Reipita dan Retno berpartner dengan teman dari Danny. Destinasi pertama kami adalah Pantai Klayar kurang lebih satu jam dari kediaman Danny menapaki jalan naik turun dan masih berlubang kami menuju pantai Klayar yang kata seseorang yang saya baca di detiktravel.com mengatakan sebagai Hidden Paradise. Pantai ini memiliki pesisir pantai yang panjang, Ada dua bagian pantai kalo boleh saya bagi. Bagian pertama bagian pesisir yang cukup tenang. Dan bagian kedua yang agak jauh dari parkiran yang merupakan bagian terbaik dari Klayar. Pesona karang yang mengapit membuat pantai yang ganas terlihat kalem dan menenangkan bahkan terlihat bagaikan kolam renang. Belum lagi karang yang membuat pancuran ombak yang indah. Satu hal yang saya syukuri ketika bermain kesini adalah hujan menghampiri kami ketika kami datang dan pulang. Jadi selama bermain dengan izin Allah SWT diberikan cuaca yang cerah.

klayar2 klayar1klayar3IMG_0141 IMG_0138 IMG_0197

Setelah dari Klayar kita bermain ke Goa Gong, yang kata Tika paling bagus Se Asean. Meninggalkan Reipita di bawah bersama Mas Bara kami pun menyusuri goa tersebut. Bagus memang goanya dan sepertinya stalagtit yang ada masih akan bertambah banyak dan bertambah panjang karena masih adanya tetesan tetesan air dari stalagtit tersebut. Dan tentu saja yang paling menarik adalah stalagtitnya yang bisa berbunyi nyaring layaknya gong.

419683_608579589158985_1304560144_n DSCN0697

DSCN0690Puas dari susur goa kamipun memutuskan untuk pulang dan beristirahat. Sebelum mampir kami mampir makan siang dulu yang sebenarnya sudah saya tunggu dari tadi karena memang dari pantai tadi saya sudah kelaparan. Kita makan di suatu spot yang kata tuan rumah adalah Bukit Bintangnya Pacitan. Dengan menu santapan nasi tiwul dan ikan layur…hmmm yummmyyy…IMG_0244 IMG_0246

DSCN0716 DSCN0715

Sehabis makan kamipun pulang dan beristirahat untuk persiapan pulang ke Jogja keesokan harinya. Sebenarnya malamnya ada niatan untuk main ke alun – alun, kan nampaknya main ke kota orang kalo belum ke alun – alun belum komplit. Tapi dengan pertimbangan boss rei masih harus istirahat maka kami habiskan malam di basecamp.

Senin 4 Februari 2013

Pagi hari senin ini kami rencanakan untuk bermain kepantai sebentar sebelum pulang. Dan kamipun bermain ke Pantai Teleng Ria. Pantainya sepiii mungkin karena hari senin dan masih sangat pagi ketika itu sekitar jam 9 pagi. Indah juga pemandangan pagi hari di Pantai ini, ada sedikit sunrise yang tersisa pantai juga sedang surut dan sueeepppiii…

IMG_0022 IMG_0009 IMG_0019

DSCN0728 DSCN0727DSCN0793 DSCN0738 DSCN0750Sekitar 2 jam kami disana dan akhirnya pulang untuk packing dan sarapan untuk akhirnya pulang. Di ending perjalanan pulang saya tertawa terbahak – bahak bersama partenr saya si retno gara2 motor vespa dan jalan pulang yang g ada bedanya dengan jalan pulang dari pulang kuliah..hahaha

Trip (Yang Seharusnya) Sama Argo Dwipangga

Hari Selasa 23 Oktober 2012 hari yang saya nanti – nantikan akhirnya datang. Ya setelah pasti mendapatkan tiket promo KA Argo Dwipangga kurang lebih sebulan yang lalu maka saya pun menantikan untuk menikmatinya. Tiket promosi tersebut pada akhirnya membawa saya ke ribuan kata – kata untuk diceritakan sebagai pengalaman pertama saya. Dan inilah ceritanya.

  • Niatnya Mau Ke Solo

Berhubung ini adalah kesempatan yang langka bisa naik KA Argo ke Jakarta maka saya memutuskan untuk menikmatinya full dari stasiun pemberangkatan di Solo Balapan tidak dari Klaten. Dan atas dasar itulah maka jam 5 sore saya sudah standby di stasiun klaten untuk menunggu prameks ke solo yang dijadwal biasanya berangkat sekitar setengah 6 atau jam 6. Jadi gini rencana saya itu jam 6 sore berangkat menuju solo balapan entah itu dengan prameks ataupun madiun jaya. Sekitar setengah 7 sudah di Solo, nyari makan di solo sampe jam setengah 8an baru deh standby di rangkaian dwipangga. Namun faktanya setelah sampai di Klaten ternyata saya tidak bisa melaksanakan niatan untuk menuju ke Solo dikarenakan ada Rinja ( Rintangan Jalan ) demikian yang diungkapkan oleh bapak petugas penjaga loket. Nah dari sini saya sudah feeling g enak karena sampai ada pembatalan maka kemungkinan besar ada sesuatu hal yang besar pula yang terjadi. Jangan – jangan ada PLH. Saya sempatkanlah untuk membuka jejaring sosial, biasanya ada yang update info terkait berita KA. Dan yak benar saja ternyata ada PLH, KA Prambanan Ekspress yang (mungkin seharusnya) saya naiki ternyata melesat dan terguling keluar jalur di daerah Kalasan.

  • Menanti di Stasiun Klaten
Madiun Jaya Berhenti di Klaten

Madiun Jaya Berhenti di Klaten

Galau juga dengernya, baru kali ini Prambanan Ekspress mengalami PLH apalagi sampe keluar rel. Daops VI YK yang dapat dikatakan merupakan salah satu daops dengan lintas terbaik akhirnya terkena PLH juga. Yang ada dipikiran saya saat setelah mendengar dan kebetulan melihat foto KA Prameks yang terguling itu adalah bingung, aka berangkat jam berapa nanti. Apa benar – benar lintas tersebut tidak dapat digunakan? Dan akhirnya saya menggalau di ruang tunggu stasiun Klaten, sempat berharap kalau lintas tkp bisa dilintasi karena di lokasi tersebut sudah memiliki dua jalur. Namun kenyataannya pahit setelah KA Madiun Jaya masuk stasiun Klaten dan dibatalkan perjalannya sehingga tidak dapat melanjutkan tripnya hingga akhir ke Stasiun Yogyakarta. Para penumpang Madiun Jaya diberikan kompensasi berupa pengembalian penuh uang tiket. Luntang – lantung coba sms retno yang rumahnya deket dengan rel untuk meminta pantauan lintas siapa tau ada yang melintas. Sms mba idha buat ngabarin keterlambatan yang malah ngajakin makan angkringan. hahahaha

Penukaran Tiket Madiun Jaya

Penukaran Tiket Madiun Jaya

  • Menunggu Di Dalam Peron

Akhirnya setengah 7 daripada ngegalau di ruang tunggu saya pun masuk ke dalam stasiun, sekalia sholat maghrib sama cari makan niatnya. Dan setelah shalat maghrib saya pun duduk – duduk ngobrol sama ibu – ibu penumpang senja utama solo yang ternyata pedagang sayur di Pasar Kramat Jati. Sambil mengobrol mendengarkan asam garam kehidupan dari sang ibu terdengar juga obrolan dari mbak – mbak yang agak angkuh menuurt saya hahaha.Salah satu dari  Mereka nampaknya bukan dari kalangan penumpang loyal kereta api. Malah kalau saya tangkap dari pembicaraan mereka ini adalah momen pertama mereka naik kereta bisnis Senja Utama Solo. Yang satu mbaknya doyannya ngebis ( abis pamer kemarn naek bis super eksekutif tapi abis itu saya tertawa karena dia bilang harus duduk diam g ngapa2in karena bisnya ngetem 3 jam g tau nunggu apaan hahahaha ) Mbak yang satunya nampaknya penumpang royal KA kelas Argo yang katanya sehari sebelumnya baru saja ketinggalan KA Argo Dwipangga ( ditengok dari mbaknya bilang dia distasiun jam 9) Mereka pertama kali naik kelas bisnis tapi sudah merasa kecewa, ya cuma karena momennya aja yang engga pas. Sambil nunggu kepastian akan keberangkatan di jalur 3 stasiun klatenpun sudah siap sedia KA Senja Bengawan yang duduk manis menanti nasibnya harus berjalan lewat mana.

Ditengah penantian datanglah kereta penolong beserta crane yang lewat di KT, alamat bakal tambah lama deh ini karena sekitar jam 7 kereta tersebut baru lewat. Evakuasi kereta tidak pernah berjalan sebentar. Dan yang ada dibenak saya sejatinya menanti apakah akan ada pengoperan ke Solo atau pengoperan ke Jogja. Ke Solo masih bisa dimungkinkan karena masih ada rangkaian Madiun Jaya kosong yang standby di stasiun srowot (infonya begitu) dan juga masih ada KA Bengawan yang standby di jalur 3. Dioper ke solo untuk nanti kereta kami berangkat lewat semarang, seperti itulah biasanya apabila ada PLH di lintas Selatan. Atau dioper ke Jogja untuk melanjutkan perjalanan dari sana dengan rangkaian kereta yang ada di depo kereta Yogyakarta

  • Dan Kamipun Beranjak Ke Yogyakarta

Bis yang membawa Kami

Sekitar pukul 7 lewat 20 menit malam itu pengumuman pun terdengar bagi para penumpang KA Senja Utama Solo untuk menanti kembali diluar peron. Nah ini semakin membuat saya galau, karena ternyata eh ternyata kebanyakan yang nunggu itu penumpang senja utama solo. Dan saya adalah penumpang Argo Dwipangga yang kecepetan berada di stasiun. Ya setelah semua penumpang senja berada di luar dan keadaan mulai sepi saya pun beranjak untuk menunaikan sholat isya. Namun baru saja selesai wudhu saya juga dipanggil (percaya atau engga di dalem peron ternyata baru saya satu – satunya penumpang KA Argo Dwipangga) sampai hafal mas – mas yang jaga tiket, mungkin karena jaket saya yang saya pakai itu jaket dari semboyan35.com. Dan akhirnya bersama para penumpang senja solo dan satu orang juga yang ternyata sama – sama naik Argo Dwipangga kami dinaikkan bis untuk selanjutnya dibawa ke stasiun Yogyakarta.

  • Di Dalam Bis

Dan akhirnya saya duduk manis didalam bis bersama para penumpang lain menuju Stasiun Besar Yogyakarta. Didalam bis saya senyam – senyum sendiri, ga menyangka akan seribet ini perjalanan pulang saya hari ini. Cukup banyak penumpang yang terlihat bt dan menahan amarah. Yah mungkin kalau posisi saya untuk pulang ke jakarta sedang mengejar – ngejar waktu mungkin perasaan yang saya alami sama. Jadi ini dapat diambil hikmahnya yaitu kalau memang mau bepergian sediakan waktu yang cuku jangan dipepet – pepet kecuali memang terpaksa. Dan atas hikmah perjalanan inilah saya membulatkan tekat untuk kembali ke perantauan hari minggu pagi.

Dan perjalanan kami masih berlanjut, ditemani petugas – petugas dari Stasiun Klaten, mas satpam (yang tak liat – liat jebul mirip Iggy) dan mas pemeriksa karcis dan satu bapak – bapak yang mengkoordinir semuanya. Apresiasi spesial buat mereka yang sabar dan tetap berusaha tersenyum menghadapi beberapa amarah dan kelinglungan para penumpang. Dan saat kami melintas di lkasi PLH prameks ternyata masih ramai banyak kendaraan yang parkir hanya skedar untuk melihat. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dan kurang lebih 40 menit perjalanan kami dari stasiun Klaten ke Stasiun Yogyakarta  ( bisnya mawut – mawut jalannya super kenceng )

  • Sampai Di Stasiun Besar Yogyakarta

Jam tangan saya menunjukkan pukul 20.17 saat menginjakkan kaki di tanah parkiran stasiun tugu Yogyakarta, kami berangkat dari stasiun Klaten dengan bis sewaan pada pukul 19.46 waktu jam saya. Rombongan pun menuju ke loket stasiun ya suasana crowded terjadi di stasiun besar Yogyakarta, dan kami para penumpang dari Klaten terpaksa menukarkan tiket. Para penumpang senja Solo beralih ke kereta Senja Utama Yogyakarta yang sampe jam setengah 10 belum jalan sodara – sodara skalian. Dan sekitar jam sepuluh kurang lah senja utama Yogyakarta baru berangkat. Senja Yogya yang jadwal aslinya jam setengah 7 pun akhirnya baru bisa lepas landas sekitar jam 10. Dan di jalur 1 pun masih menunggu pemberangkatan yaitu KA Gajahwong. Saya sendiripun sebagai penumpang KA Dwipangga akhirnya terpaksa menukarkan tiket dan berangkat dengan KA Taksaka Malam.  Setelah antrian panjang akhirnya saya pun masuk ke stasiun, nyari makan dan melanjutkan sholat yang tertunda.

Di Stasiun besar Yogyakarta

  • Bima +Gajayana +Dwipangga = Taksaka Malam

Setelah makan dan sholat saya pun duduk manis di peron 5 menanti langsiran KA Taksaka Malam, ada yang menarik disini saat saya melihat rombongan pelajar entah dari SD mana yang masih duduk dan masih terlihat semangat menunggu pemberangkatan. Hal itu juga membuat saya semakin santai dan menikmati momen – momen ini. Berbeda dengan kondisi sebelumnya dimana banyak keluhan yang saya dengar, yah sedih juga sih dengernya, tapi mau bagaimana namanya juga musibah kita tidak tahu. Dan akhirnya rangkaian KA Taksaka Malam tersedia di jalur 5 stasiun Yogyakarta, dan saya akhirnya berada di K1 7 seat 3A yang sebelumnya harusnya berada di K1 1 seat 6C. Ga sempet liat loko yang menarik karena berada di belakang saya sudah terlanjur capek mau jalan kedepannya. Dan masuklah saya ke rangkaian kereta Taksaka untuk pertama kalinya. Dan sialnya kursinya ga bisa direbahin, hedeehh recliningnya g berfungsi, yasudahlah toh saya masih bisa tidur nyenyak hingga akhirya berangkat pukul 22.16 dari stasiun YK dan mendarat dengan mulus di JNG pada pukul 05.55 didepan KA 97 Senja Solo yang denger2 diputer lewat jalur Semarang dan di depan KA 3 Argo Bromo Anggrek.

Tiket Asli

Kereta Yang Saya Naiki

Trip pertama dengan Argo yang banyak cerita

Turut berduka untuk Prambanan Ekspress dan Daops VI, semoga cepat lancar kembali 😀

Kuliah Kerja Nyata

Tiga bulan yang lalu yaitu pada 1 Juli 2012 saya yang berpredikat mahasiswa diberi kewajiban untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata atau yang lebih dikenal dengan sebutan KKN. Suatu kewajiban dari kampus yang diberikan kepada mahasiswanya untuk terjun langsung dimasyarakat selama dua bulan.

Dan merekalah kawan – kawan seperjuangan saya yang tergabung dalam kelompok KKN 51 UNY 2012

  • Bayu Kurniawan ( Biologi, MIPA)

Big Boss nya 51. Sebagai raja sawit dia cukup menghidupi kita di posko hahaha. Sayangnya dia agak playboy dan agak mesum jadi hati – hati. hahahaha

  • Muhammad Manaqib ( Matematika, MIPA)

Bendaharanya 51 yang perhitungan nan pelit. Teman sekamar abadi saya yang sering jadi bulan – bulanan anak2

  • Triwahyuniagustini ( Matematika, MIPA)

Sekertarisnya 51 yang diam – diam menyebalkan, ekspresinya datar dan ada bakat jadi pembunuh berdarah dingin

  • Diah Marti Pratiwi ( Adminitrasi Negara, FIS)

Anggota 51 yang doyannya maen zombie, dan childish sekali ternyata Diah ini, meski begitu diah adalah cewek perkasa.

  • Joko Setiawan ( Kimia, MIPA)

Anggota 51 spesialisasi masalah dokumentasi dan desain, game favoritnya di posko adalah Aerial Fire.

  • Abdul Fikar Amigato ( Kimia, MIPA)

Anggota 51 yang ga jelas jurusannya, anak kimia yang bisa diajak ngobrol masalah apapun. Kawan yang ternyata dari Jakarta juga

  • Nurwanto ( Ikora, FIK)

Anggota 51 yang paling bisa diandalkan fisiknya, penyebar virus zombie dan doyan pulpy

  • Sandi ( Sastra Indonesia, FBS )

Anggota 51 dari Bangka yang paling berantakan kosakatanya badannya lebih FIK dibanding anak FIK

  • Guntur Mahendro Saputro ( Manajemen, FE )

Anggota 51 yang bisa dijuluki sebagai ksatria bergitar

Kami bersepuluh mendapatkan takdir untuk melaksanakan KKN di Dusun Susukan IV, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul. Dimana kami diterima dengan hangat oleh bapak Suratman selaku Kepala Dukuh dan diberi tempat tinggal yang sangat nyaman selama dua bulan.

Banyak kegiatan yang kami lakukan disana, mengajar TPA, membuat papan nama padukuhan, membudidayakan jamur tiram, membuat plang dan lain sebagainya. Namun yang paling mengesankan buat saya adalah mengajar di SD Genjahan II dimana sebelumnya hal ini juga tidak direncanakan oleh kelompok untuk akhirnya menjadi salah satu program kerja. Di SD Genjahan II saya kebagian jatah untuk mengajar di kelas V, ( Kebagian karna saya berdiri paling akhir diantara yang lain, Diah kelas I, Guntur Kelas II, Tri kelas III, Fikar kelas IV dan terakhir saya karna Nurwanto alias Kacang spesialis olahraga ). Namun dari kelas inilah pada akhirnya anak – anak dari kelas V lah yang cukup membuat saya merindukan suasana KKN. Meskipun cuma sedikit muridnya (Kurang lebih 15 orang) namun saya menjadi memiliki adik disini. Terutama murid yang berasal dari Susukan IV ada Sarah, Nisa, Vera, Maya, Vita dan Brian.

Bersama Sebagian Kelas V

Proker lain yang buat saya mengesankan adalah saat kami membuat lomba untuk tiga TPA yang ada di dusun Susukan IV. TPA Nurul Huda, Al – Amin dan Miftahul Jannah. Dimana proker ini saya kebagian sebagai penanggung jawab lomba Adzan dan juga MC saat lomba cerdas cermat bersama sang anak FBS Sandi. Satu hal yang menarik saat menjadi juri lomba banyak yang mengomentari rupa dan bentuk saya yang katanya terlampau serius dan malah bisa membuat takut anak – anak peserta lomba dan katanya juga tidak mencerminkan sosok aziz yang biasanya. Hahahaha…

Dari ketiga TPA itu saya sendiri kejatahan untuk mengajar di TPA Nurul Huda bersama Nurwanto dan Manaqib. Menemani mungkin lebih tepatnya karna sudah ada Mba Ella, Mba Retno dan Mba Reni yang mengajar disana kami cuma ikut membantu sebisanya. Dua rule yang kami terapkan selama mengajar TPA bagi kami bertiga adalah

1. Dilarang Harum – harum

2. Dilarang bawa HP

Aturan pertama sebenarnya cuma berlaku untuk Nurwanto hahahaha… Ada juga aturan yang khusus untuk saya yaitu dilarang menggunakan jam tangan. Entah kenapa jam casio hitam saya cukup jadi primadona di kalangan anak – anak mungkin karena memang sejatinya itu jam tangan anak – anak yang sudah saya pakai lebih dari 10 tahun lalu.

Dan proker yang mengesankan terakhir adalah lomba agustusan (bukan 17an karena acaranya tanggal 26, masa 26an ) yang sekaligus dilanjutkan malam pentas seni dan perpisahan bagi kami KKN 51 UNY 2012. Mengesankan karena seharian saya melihat adik – adik saya dari SD Genjahan II, mereka dari pagi sudah ber – drumband ria keliling dusun dan ikut lomba hingga sore hari dan datang serta ada yang tampil ( Vita dan Nisa ). Dan tentu saja manggungnya kami ( Saya, Fikar dan Guntur dibantu oleh Rita ) mewakili KKN 51 menjadi pengalaman tersendiri buat saya. 😀

Semua kenangan itu kini tersimpan rapi di memori saya. Tersimpan rapi di salah satu ruang hati saya untuk Susukan IV.
Banyak yang bilang KKN itu menjadi salah satu tempat untuk mencari jodoh, dan sepertinya terbukti di beberapa teman saya, bahkan sepertinya berlaku juga untuknya, namun nampaknya tidak bagi saya. Namun ada yang lebih berarti yang saya dapatkan, hubungan dan ikatan kekeluargaan yang saya dapatkan mungkin lebih berarti (pembelaan hahahaha)

Terimakasih untuk semuanya :

  • Keluarga 51 yang sudah bahu – membahu menjalankan proker
  • Keluarga Pak Dukuh, dan Keluarga Mas Nur yang sudah menjadi orang tua kami selama disana
  • TPA Nurul Huda, Mba Ella, Mba Retno, Mba Reni dan semua adek2 TPA Nurul Huda
  • SD Genjahan II dan anak – anak kelas V khususnya
  • Ibu DPL, Ibu Kartika yang sudah membimbing kami
  • Anisa, Sarah sama Putri makasih kenangannya. 😀 ( Dapet gantungan, gelang, boneka flanel sama kalung dari mereka ) 😀

 

Journey To The East (Day 5)

Hari kelima yang sekaligus menjadi hari kepulangan kami semua. Pagi ini kami check ini keluar dari hotel untuk pulang kembali ke Jogjakarta. Namun sebelum pulang kami masih akan mengunjungi pusat oleh-oleh Joger dan ke tempat wisata Bedugul.  Kerajaan bis 1 sedikit mengalami troubel yang mengakibatkan akhirnya warga kerajaan Bis 1 dipisah dan dicampur masuk ke bis 1 dan bis 2.

SAM_0172 SAM_0173 DSC_8385 DSC_8590 DSC_8603 DSC_8643 DSC_8661

Kerajaan bis 1 masih terus bermasalah hingga sampai di Joger dan Bedugul hingga akhirnya pihak Travel menyewa bis lain sebagai penggantinya. Di Joger ya cuma belanja-belanja tapi entah kenapa pikiran saya masih di bis yang bermasalah dan kondisi Agil yang masih lemas.

SAM_0175 SAM_0191 SAM_0195 SAM_0196 SAM_0199 SAM_0200 SAM_0203 SAM_0212 SAM_0213

Kami pindah dari Joger ke bedugul dengan menaiki beberapa mobil kecil dan beberapa bis kecil. Saya tak begitu menikmati bedugul karena kepikiran bis dan Agil. Cukup lama di bedugul karena kita sekalian makan siang. Sekitar jam 3 sore waktu bedugul kamipun kembali ke Joger dan bersiap-siap untuk pulang ke Jogja.

Bis yang baru tidak terlalu nyaman, beda bis dan beda sopir ternyata cukup berpengaruh dengan kenyamanan. Meski alhamdulillah kami bisa sampai dengan selamat hingga pelabuhan penyeberangan sebelum keesokan harinya setelah menyeberang kerajaan Bis 1 bisa kembali sehat dan kembali kami naiki.

Sampai di klaten jam 12 siang pas saat shalat jumat. Dan perjalanan berakhir sampai di Kampus sekitar jam 2 siang.

Journey To The East ( Day 4 )

Agenda nobar Chelsea vs Barca akhirnya terwujud meski saya tidak nonton full karena terkantuk – kantuk. Cuma terdengar sorak sorai si Fery yang emang dukung Chelsea. Hari keempat ini tujuan pertama adalah ke salah satu tempat konveksi di Bali yang cukup terkenal yaitu Cok Konveksi. Ditemani hujan rombongan pun berangkat kesana.

DSC_8385 DSC_8394 DSC_8401 DSC_8451

Ternyata hasil kunjungan ketempat ini tidak sesuai harapan. Bisa dikatakan sangat sedikit pengetahuan yang kami peroleh, tidak ada tanya jawab atau jamuan, walhasil seperti sia-sia kunjungan terakhir kami. Selepas dari sana kita kembali bermain ke pantai, kalau tidak salah ingat pantai Sanur sebelum akhirnya kita main ke Pasar Sukawati.

DSC_8478 DSC_8482 DSC_8486

SAM_0119 SAM_0121SAM_0133 SAM_0135 SAM_0137

Setelah berpanas-panasan ria di Sukawati kami bergerak menuju Pantai Kuta untuk menikmati Sunset, perjalanan agak sedikit menyebalkan karena kami terjebak macet karena katanya salah jalan.

Nah ini kejadian ga menyenangkan di Pantai Kuta, jadi setelah nyanset di pantai kita main di toko oleh2 sekitaran situ. Berhubung saya g nyari2 amat barang jadi cuma muter2 doank. Nah ketemu sama Agil yang ternyata semaput setelah pulang dari pantai. Bener – bener lemas tak berdaya dia sampai akhirnya dia dipulangkan ke hotel terlebih dahulu dengan bis pertama. Sampai di hotel agil pun dibawa ke klinik terdekat dan alhamdulillah tidak bertambah parah hari itu.

SAM_0145 SAM_0147 SAM_0158 SAM_0161 SAM_0163

DSC_8525 DSC_8527 DSC_8529 DSC_8552 DSC_8553

Journey To The East ( Day 3 )

Day 3

24 April 2012

Kurang lebih kalau tidak salah pukul 01.00 WIB kami sudah berada di pelabuhan penyebrangan Ketapang. Bersiap menunggu kapal pengangkut yang akan membawa kami ke pulau Bali. Ini lah pengalaman pertama saya menyebrang antar pulau dengan menggunakan kapal fery. Penyeberangan saya sebelumnya Cuma dari Ancol menuju ke Pulau Seribu menggunakan kapal kecil.

Ready To CrossDIkapal

Kurang lebih satu jam kami menyeberang dan akhirnya.. Bali kami sampai. Pada pukul 03.00 WITA kurang lebih. Tour Leader kami Mas Farid mengatakan perjalanan kami masih memakan waktu kurang lebih 3 jam lagi.. maka saya lanjutkan tidurnya hingga akhirnya sampai di Tanah Lot untuk transit mandi dan sholat sarapan sebelum menuju ke kunjungan berikutnya yaitu ke BTDC ( Bali Tourism Development Corporation )

Sampai kunjungan di BTDC, disini saya melihat bagaimana memang potensi alam di Bali benar – benar dimanfaatkan dengan dibentuknya BTDC. Pariwisata menjadi kekuatan utama di Bali, namun sayang benar seperti apa kata Tour Leader kami di Bali yaitu Bli Made. Kekurangan bali salah satunya ada di kurangnya luas jalan. Dimana jalan terbesarnya hanya terdiri dari dua jalur untuk masing- masing arah. Di BTDC pulalah saya melihat bagaimana perencanaan yang benar-benar matang untuk mengembangkan pariwisata bali hingga menjadi seperti saat ini.

Usai kunjungan, kini waktunya wisata di Bali. Sambil makan siang di Tanjong Benoa. Setelah makan siang beberapa teman memilih kegiatannya masing – masing ada beberapa teman yang terdeteksi oleh saya untuk mencoba permainan parasailing (Bionita, Farah Nindya, dan Wahyu Astri) serta Banana Boat ( Paramestri, Mawar, Ika Lusiana ) sedangkan saya sendiri mengikuti perginya Ibu Dosen pembimbing ke pulau penyu bersama Abi, Tika, Riris, Retno dan Wahyu serta Dena dan Icha. Disana kami melihat berbagai jenis penyu dengan berbagai jenis ukuran.

Dari Tanjong Benoa kami menuju ke Pantai Dreamland yang cukup panas meski waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore WITA kurang lebih. Cukup banyak wisatawan asing disini dan cukup ramai. Kurang lebih satu jam kami disini hingga akhirnya pergi menuju ke hotel untuk berisitirahat.  Sampai di hotel kurang lebih pukul 8 WITA dan mendapat kamar nomor 203 ( hmm kaya nomer lokomotif hahaha ) sekamar dengan yoga dhika dan wahyu. Setelah makan malam dan shalat saya pun bersiap – siap tidur untuk agenda nobar Chelsea vs barca esok pagi. Namun sebelumnya saya berniat untuk mencari jajanan keluar hotel. Namun akhirnya saya tidak menemukan minimarket yang bisa saya datangi. Beruntung yoga dan wahyu memberanikan diri mampir ke CK untuk beli makanan..hahaha