Anak Bukanlah Barang Belanjaan

Hari Sabtu yang lalu akhirnya saya jadi juga buat nonton Sten Bak Mi, itu loh filmnya Doraemon yang digadang-gadang jadi film terakhirnya doraemon. Saya akhirnya nonton sama beberapa teman kampus yang sudah berkarir di Jakarta sedangkan saya masih merintis karya dan karir. Lalu apa hubungannya dengan judul yang saya tulis? Tidak ada.

Sabtu lalu akhirnya saya dengan empat teman lainnya berkumpul bersama di salah satu mall megah di kawasan SCBD. Saya yang bukan AGM alias Anak Gaul Mall terkagum-kagum dengan apa yang ada di dalam. Mall ini jelas bukan tempat yang pantas buat saya bergaul.

Mall memang menjadi salah satu tempat wisata keluarga di Jakarta. Hari itu juga mall tersebut penuh dengan keluarga lengkap. Ayah, ibu, anak-anak dan baby sitter. Ngomongin Baby Sitter jadi inget Bio yang sempet jadi anak asuh saya hahaha.

Yang menjadi perhatian saya adalah ada satu momen dimana seorang anak dibawa oleh seorang baby sitter. Hal yang lumrah memang, lumrah apabila kedua orang tuanya juga berada di sekitar situ. Saya tidak melihat kedua orang tua anak ini ada di dekat si anak dan si baby sitter.

Kami berlima naik bareng di dalam lift tanpa ada kedua orang tua dari si anak. Tidak lama kemudian sang baby sitter menerima telpon yang sepertinya dari kedua orang tua si anak. Nah ini yang menjadi fokus saya, seorang anak dilepas begitu saja dan dipercayakan kepada orang lain.

Pemandangan anak yang dibawa oleh baby sitter bukanlah pemandangan yang asing di mall ini dan mungkin beberapa mall di Jakarta lainnya atau mungkin di kota-kota lain. Saat sang anak dibawa oleh baby sitter orang tuanya malah kerepotan membawa barang-barang belanjaan.

Ini sampai sekarang masih belum masuk di akal saya, apa yang ada di pikiran orang tua semacam ini. Meninggalkan anak kandung agar dijaga oleh orang lain, sementara barang belanjaan, iya BARANG BELANJAAN dijaga mati-matian.

Barang belanjaan masih bisa dibeli dan dicari, tapi anak kandung??

Mungkin perjuangan mencari uang untuk membeli barang lebih mudah ketimbang mengandung dan melahirkan seorang anak sehingga dengan mudah dititpkan kepada orang lain.

Entahlah….

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s