Tradisi Itu Bernama Buber

Buber atau Buka Bersama yang merupakan hal yang populer dikalangan masyarakat Indonesia. Buber biasanya menjadi salah satu ajang untuk reuni dan kumpul bersama teman-teman, teman-teman lama khususnya.

Ajang buber memang menjadi momen khusus karena biasanya hanya terjadi setahun sekali. Tapi itu tidak terjadi bagi saya untuk buber tahun lalu bersama teman-teman Renjer, karena kami tahun lalu kami buber hingga 4 kali kalau tidak salah di Twizel, Mie Telap, Feskul dan Garden Cafe, kelihatan selo banget ya kami? hahahaha.

Ada satu hal yang terkadang dilupakan saat buka bersama, orang-orang ramai mengunjungi tempat makan dan sedikit mengabaikan waktu shalat maghrib. Nah, kemarin ini saya berkesempatan buber dengan 3 orang sahabat 10 tahun yang lalu. Teman-teman SMP yang sudah lama tidak bersua (tidak berlaku bagi Elvinsyah Armana). Saya, Elvin, Henny dan Wulan sejatinya yang akan buber, namun Henny malah tidak bisa ikut karena ada situasi genting dikantornya dan beruntung Bu Ustadzah Yuli bisa turut serta meski dikabari dadakan.

20140711_181442

Satu yang menarik dari buber kami berempat adalah usul dari Yuli untuk Makan-makan santai. Makan-makan santai bukan sekedar buka bersama. Yuli mengusulkan untuk kita berbuka seadanya dahulu baru mencari tempat makan. Ini usul yang bagus menurut saya, dimana kami jadi tidak mengundurkan waktu shalat maghrib, meski tetep aja sih mengundurkan waktu shalat isya hehehe.

Dan jadilah kami buka seadanya disalah satu lantai di Lippo plaza, segelas es teh dan beberapa buah kurma yang dibawa oleh Wulan. Selanjutnya kami shalat maghrib dan barulah sekitar jam 7 kami mencari rumah makan.

Ah saya sudah dag dig dug deh kalau buber, mikirin duit bakal abis berapa, maklum anak rantau yang sedang berjuang demi sesuap nasi dan sebongkah berlian untuk calon istri hahaha. Dan akhirnya saya memesan Ayam saus Mentega. Rasa sih enak, tapi yang namanya porsi restaurant ya, gak cocok sama perut anak rantau yang porsi nasi padang prasmanan..hahaha

20140711_190623

Ide bagusnya bisa diterapkan dibuber-buber selanjutnya, jadi tidak terlalu ngoyo buat nyari tempat makan…Semoga taun depan bisa ketemu dengan mereka lagi dengan formasi yang lebih komplit. Amiiinn…😀

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s