Sisi Lain Jalan Raya

Jalan beraspal atau yang lebih dikenal dengan Jalan raya tempat berkumpulnya semua roda karet. Dalam postingan kali ini akan coba saya bahas beberapa sisi lain yang mungkn lepas dari perhatian banyak orang.

  • Para Penunggu Traffic Light

Traffic Light atau yang lebih sering disebut lampu Merah meski warnanya ada Kuning Ijo juga. Ada beberapa  penunggu lampu merah yang dapat dimasukkan dalam beberapa kategori.

Pedagang : Mereka yang mungkin paling dinanti keberadaannya di Traffic Light, mulai dari pedagang asongan yang menjual rokok, korek, tisu, permen dan semacamnya, dan yang paling sering adalah para penjual surat kabar. Kategori inilah yang paling nyaman untuk dihadapi dan ditemui.

Pengamen : Yang ini bentuk dan rupanya cukup banyak, mulai dari anak2 muda berpakaian biasa, berpakaian ala punk, hingga di Jogjakarta ini ada yang mengamen namun tidak menjajakan suara, namun menjajakan tarian.

Pengemis : Ini yang mungkin paling banyak populasinya, yang paling risih dari jenis ini ialah ketika mereka sengaja membawa dan mengikutsertakan anak dibawah umur berpanas2an. Apalagi yang membawa itu laki2 yang tubuhnya sejatinya masih kuat untuk bekerja dalam hal lain

Banci : Ini adalah jenis yang paling saya takutkan…gggrrrrr….. -____-”

  • Pom Bensin

Satu objek vital yang ada di sepanjang jalan raya manapun. Nama resminya kalo g salah Stasiun Pengisian Bahan Bakar, tapi disingkat SPBU (U = umum ?) saya sendiri lebih sering menyebutnya pom bensin. Ni merupakan salah satu landmark multifungsi di jalan raya, kebanyakan bagi para pengendara jarak jauh (mudik misalkan) landmark ini berubah fungsi menjadi tempat istirahat, beribadah dan juga tempat menyalurkan hasrat membuang air (besar maupun kecil) dan fungsi utamanya terkadang hilang.
Saya sendiri sering sekali menggunakan SPBU bukan hanya sebagai sarana memberi minum Sang Phantom, namun juga sarana untuk narik tunai di atm, beli makanan, dan istirahat. Pernah suatu hari karena ada acara di kampus hingga larut malam, saya menyempatkan tidur sejenak di salah satu SPBU kawasan prambanan.
Satu hal yang menyebalkan dari SPBU adalah ketika antrian panjang mulai mengular di bagian kendaraan roda dua, tapi tetep aja ga ada penambahan stand SPBU, meskipun ada petugas yang duduk nganggur disekitarnya…ngeekk..
-__-”

Ga tau apa mereka kalo terkadang kita – kita ni para pengguna roda dua yang sedang antri memberi minum kendaraan kita sedang terburu – buru waktu???

  • Ketika semua warna sama

Kita kembali ke bangjo, traffic light atau lampu merah, tahu donk apa makna dari warna – warna tersebut?? Merah itu tandanya kita diperintahkan untuk berhenti, kuning untuk bersiap2 berhenti atau bersiap2 jalan, hijau?? untuk maju jalan.
Tapi faktanya?? Jelas g seperti itu.. Terlebih lagi di masa2 transisi dan detik2 genting. Ya masa transisi yang ada di warna kuning sering menjadikan para pengendara melupakan arti warna2nya termasuk saya. hahaha

Masa2 transisi adalah ketika dimana semua warna lampu menjadi terlihat hijau dan para pengendara memutar gas2nya dalam – dalam. Dan ketika masa2 genting adalah ketika detik di traffic light menunjukkan angka 3, 2 ,1. Ketika angka itu berwarna merah pengendara yang tidak sabar sudah mulai membunyikan semboyan 35nya alias klaksonnya. Ketika angkanya berwarna hijau?? Jangan tanya ini mah, pasti pada ngebut..hahahaha

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s