Tifosi Glory Hunter

Final Sea Games 26 cabang olahraga Sepakbola berakhir sudah dengan Malaysia sebagai pemenangnya. Indonesia kembali terhenti langkahnya di Final dan harus puas dengan medali Perak. Kali kedua kita kalah di final oleh Malaysia dalam waktu berdekatan. Final AFF tahun lalu, dan Final Sea Games kali ini. Lebih menyakitkan memang melihat kekalahan dramatis ini, tapi ya bagaimana lagi terlepas dari semua kejadian dimata saya yang seharusnya bisa memenangkan Indonesia namun ternyata tidak. Yasudahlah ini takdirnya.

Seperti biasa, akan banyak caci maki di luar sana yang ditujukan kepada Punggawa Garuda Muda khususnya Ferdinand Sinaga dan Gunawan Dwi Cahyo yang gagal melesakkan bola ke dalam gawang saat adu pinalti tadi. Itulah tipikal – tipikal tifosi Glory Hunter. Disaat timnya menang tentu jelas dia akan berkoar – koar dengan lantang. Namun ketika timnya kalah?? Ya seperti tadi itulah, mencaci maki dan tidak ada dukungan sama sekali.

Sudah sangat terbiasa saya dengan hal ini. Khususnya dalam hal menghadapi tifosi – tifosi Glory Hunter ini, dalam kurun sekitar 5-7 tahun belakangan ini mungkin banyak sekali tifosi – tifosi yang berpindah hati. Dalam hal ini dukungan terhadap suatu Klub Sepakbola non timnas tentu saja karena sangat mudah terlihat. Kehebatan tim – tim baik yang baru kembali menguat atau yang benar – benar baru. Sebut saja kehebatan tim Barcelona saat ini, beberapa orang yang dahulu menyukai tim lain kini berpindah hati. Dan tentu saja kekuatan baru di Inggris Manchester City Dan Tottenham Spurs.

Kembali membahas timnas. Dua kekalahan di final memang menyakitkan apalagi dengan lawan yang sama. Apa yang salah sebenarnya?  Menurut saya sendiri kesalahan ada pada kepengurusan dalam organisasi yang mengurusi timnas. Kita lihat saja kasus Final AFF lalu, pemberitaan yang terlalu heboh dan mulai menyimpang. Dan kegiatan – kegiatan yang tidak perlu menjelang final ( Kita tentu ingat keluhan Alfred Riedl kala itu tentang media yang mengganggu latihan timnas, serta acara jamuan makan yang benar2 tidak perlu namun organisasi induk menjadwalkan itu )

Jujur semenjak kedatangan Alfred Riedl dan melihat performa Timnas di awal2 AFF lalu, saya sedikit optimis dengan akan datangnya prestasi. Namun ditengah jalan saya kecewa, melihat banyaknya pihak yang tidak berkepentingan sok berjasa akan keberhasilan itu. Kekecewaan kedua adalah ketidakberesan di tubuh induk organisasinya. Saat saya menerima kekalahan di final saya masih yakin akan tim yang dibawa Riedl untuk menjalani Kualifikasi, namun apa yang terjadi?? Pemecatan sepihak dilakukan dengan alasan yang amat sangat tidak masuk akal, TIDAK ADANYA SURAT KONTRAK

Cuma bisa geleng2 kepala saya. Penunjukkan pelatih baru Wim tidak membawa perubahan, tentu saja karena Wim sendiri tidak bisa memilih pemainnya karena tidak adanya kompetisi yang bisa dijadikan acuan untuk melihat performa pemain. Seandainya masih Riedl yang memegang mungkin Garuda Senior tidak akan terpuruk di dasar klasemen PPD 2014 seperti saat ini. Bukan berarti meragukan kapabilitas Wim, namun dalam hal ini Riedl yang jauhhhh lebih paham kondisi tim dibandingkan dengan Wim.

Penunjukkan Rahmad Darmawan untuk memegang kemudi Garuda Muda cukup menggembirakan buat saya. Ya jujur saja, RD lah yang membuat saya menyukai Sriwijaya FC dengan materi pemain kala itu seperti Kayamba Gumbs, Zah Rahan, Okto Maniani, Dirga Lasut dan tentu saja sang kiper Ferry. Saya sangat percaya dengan RD dan bukti nyatanya ada di perhelatan Sea Games kali ini, meski masih gagal lagi.

Tidak ada yang patut dipersalahkan untuk kekalahan ini, kita hanya kurang beruntung dan mungkin memang belum waktu kita untuk “berbuka puasa”. Sabarlah sedikit lagi, dan yakinlah suatu saat sang Garuda akan meraih prestasi. Dengan catatan pembinaan yang baik, kompetisi yang kondusif dan dukungan suporter yang tiada akhir.

 

Tim Sebesar Internazionale Milano saja pernah Puasa Gelar Eropa hingga 45 tahun, AC Milan pun 8 tahun puasa gelar di Liga Italia

Tetaplah Tegak wahai Pasukan Garuda…

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s