Kecewa Akan Kinerjanya

Banyak orang mengatakan kalau kinerja BUMN itu buruk. Entah sejak kapan kata – kata dan sterotip itu timbul namun kemarin akhirnya saya cukup mendapat buktinya. Ya kemarin tepatnya saya mendapat sedikit bukti nyata tentang sterotip tersebut. Semua berawal dari rencana kami mengadakan Kunjungan Industri ke Jakarta atau Bali dan saya mencoba menggunakan jasa layanan PT. Kereta Api Indonesia. Mengapa saya ingin menggunakan jasa PT. Kereta Api Indonesia? Niat awalnya hanyalah ingin meminimalisir kemungkinan peserta yang mabuk darat jika perjalanan cukup panjang ini kami tempuh dengan kendaraan aspal.

Dan dengan semangat tinggi saya pun mencoba untuk mencari informasi terkait adakah kemungkinan hal tersebut terwujud.

Dan melihat informasi yang saya dapat dari website PT KAI saya pun merasa cukup senang karena kemungkinan akan hal itu sepertinya bisa terwujud.

Namun saya harus kecewa, pertama kali saya datang ke kantor KAI Daops VI lebih tepatnya, saya sudah harus direpotkan dengan diharuskan membawa surat pengantar dengan alasan dari bagian satpam yang tidak logis. Karena alasan yang diungkapkan adalah agar tidak ada kesan main – main dan terkesan formal. Main – main?? saya tidak habis pikir, padahal kami sudah sangat jelas mengungkapkan niat dan maksud kedatangan kami. Toh main – main seperti apa?? Cuma buang – buang waktu saja kalau kami melakukan ini hanya untuk main – main???

Niatnya pun saya rubah, di awal tadi niat saya adalah mencoba bertanya – tanya langsung kebagian humas/marketing tentang kemungkinan harga dan fasilitas yang bisa kami peroleh. Dan barulah nanti saya kembali mengunjungi kantornya untuk mengajak PT. KAI mengikuti tender. Biar tidak usah dobel – dobel buat surat. Dan dengan info kembali dari website PT. KAI saya mendapatkan nomor telepon yang bisa dihubungi menurut web

Namun ternyata entah saya yang sial atau bagaimana saya juga tidak paham. Namun nomor yang tertera khususnya di wilayah Daops VI tersebut tidak ada yang merespon. Tidak cuma satu kali telpon namun hingga berkali – kali di hari yang berbeda. Lalu apa fungsi nomor telepon yang dicantumkan tersebut?

Dan pada akhirnya saya menyerah dan memutuskan untuk kembali menyambangi kantor Daops VI bersama salah seorang kawan. Dengan membawa surat tentunya. Ini pengalaman ketiga saya masuk ke dalam kantor suatu perusahaan setelah masuk di Sari Husada dan PT. Inka. Perbedaannya di kedua perusahaan tersebut setelah mengisi buku tamu, saya diantarkan oleh satpam untuk menemui orang yang mempunyai wewenang untuk mengurusi hal – hal terkait tentang hal yang kami inginkan. Namun di Daops VI ini kami dibiarkan begitu saja, hanya diberi patokan – patokan tempat. Apa ini pelayanannya ? Padahal apa susahnya mengantar tamu untuk bertemu dengan bagian humas? Toh satpam di bagian depan juga tidak sedang melakukan sesuatu yang penting.

Setelah berputar – putar saya dan kawan akhirnya sampai di bagian humas. Setelah menjelaskan maksud kedatangan kami dan niat kami, bagian humas mempingpong kami kebagian customer service. Tidak ada masalah dibagian humas menurut saya, dan humas mengatakan kalau niat kami bisa terwujud khususnya untuk jemputan karena humas berkata KAI sudah bekerja sama dengan DAMRI.

Namun ternyata penjelasan berbeda kami dapatkan dari bagian CS. CS malah sama sekali tidak paham akan apa yang saya utarakan, padahal informasi tersebut sudah terpampang jelas di website PT. KAI sendiri. Dengan kebingungan sang CS malah melemparkan kami untuk menghubungi Daops I Jakarta. Dan akhirnya saya menyerah……..

Kenapa tidak ada sinkronisasi informasi dalam internal daops itu sendiri ? Satu pihak berkata bisa, lain pihak tdak tahu apa – apa

Informasi dalam website itu sendiri malah tidak diketahui oleh staff dan karyawan itu sendiri

Dan yang masih sangat mengganjal saya adalah masalah nomor telepon?? Mengapa salah satu bagian sentral dalam pelayanan itu tidak ada respon sama sekali?? Lebih baik dihapus saja dari websitenya..

Kalau bukan karena saya mencintai kereta api mungkin saya tidak akan mau melakukan hal ini.

Salah seorang Railfans pernah berkomentar ” Saya cinta kereta apinya bukan perusahaannya.”

mungkin juga kalimat itu suatu saat akan menjadi komentar banyak orang.

Hanya bisa berdoa ada perbaikan dalam hal ini meskipun terlihat sepele…

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s