Kritik

Ada salah satu kawan yang menuliskan kalimat ” Jangan banyak komentar kalo anda belum sempurna dari saya.” Dalam hati saya bergumam, ” Kan g ada yang sempurna di dunia ini, mungkin lebih tepat kalau kata sempurnanya diganti dengan lebih baik.” Kenapa demikian? Karena di dunia ini terkadang banyak sekali manusia – manusia yang terlalu banyak berbicara dan senang sekali mengkritisi orang lain tetapi dirinya sendiri tidak melakukan apa – apa. Namun tidak semua seperti itu juga kalau saya lihat selama ini. Ada pula manusia – manusia yang memang pantas mengkritisi. Saya sebutkan pantas karena memang dia memiliki kompetensi untuk mengkritisi dalam artian ada prestasi yang dia miliki atau paling tidak dia memiliki pengalaman yang jauh lebih baik.

Berbicara soal kritik mengkritik jujur hingga kini saya masih terus belajar untuk menerima kritik dan masukan dari orang lain. Tentang apapun itu kritiknya, terimakasih banyak untuk teman – teman saya yang setia memberi kritik dan mengingatkan saya jika ada hal – hal yang tidak beres dalam diri saya. Saya harap kalian tidak bosan untuk melakukan itu.

Kembali ke topik awal tadi, tentang orang yang memberi kritik, memberi kritikan itu sangatlah mudah. Akan jauh lebih mudah lagi apabila kita mengkritik orang – orang yang kita tidak sukai. Karena dari situ kita akan jauh lebih memperhatikan setiap detail kesalahan yang terjadi terlebih lagi ada aroma aroma kebencian yang memberikan semangat untuk itu. Sekecil apapun kesalahannya pasti akan menjadi besar jika ada aroma kebenciannya.

Nah itu yang konyol menurut saya, karena pasti nanti kritiknya akan out of topic. Kita ambil saja contoh simpelnya misalkan anda diminta untuk memberikan penilaian terhadap hasil perform ( apapun itu ) seseorang yang mempunyai masalah pribadi dengan anda pasti kritik anda akan jauh mengarah ke personal dan malah melenceng dari perform tersebut yang seharusnya menjadi bahan kritikan anda.

Ketika anda diminta untuk menjadi seorang penilai, dimintai saran atau dimintai kritik/masukan pastilah ada sesuatu hal yang dalam diri anda yang menjadikan anda terpilih untuk itu. Entah itu pengalaman. pengetahuan ataupun ilmu. Dan kemungkinan orang yang meminta anda mengharapkan anda mau membagi hal tersebut dalam bentuk masukan masukan positif. Namun mungkin salah satu sifat jelek yang ada pada manusia yang salah satunya merupakan rasa tinggi hati dan merasa paling tahu kadang malah membuat saran dan masukannya menjadi tidak berguna. Membagikan ilmu memang bagus, malah menjadi salah satu anjuran dalam agama. Namun patut diperhatikan pula cara penyampaian dan ilmu yang dibagikan. Sesuai atau tidak kah ilmu yang dibagikan dengan situasinya??

Dan yang sedang saya pelajari saat ini adalah bagaimana menerima masukan dari orang lain. Tidak perlu ada yang langsung berbicara langsung kepada saya, namun dengan mempelajari hidup ini dengan berbagai pelajaran tentang tingkah laku manusianya dan berbagai jenis seluk beluknya saya belajar untuk mengkritisi diri saya sendiri. Melihat sisi negatif yang saya lihat, dengar dan rasakan dari orang lain saya coba lihat kedalam diri saya sendiri. Apakah hal – hal negatif tersebut juga ada potensinya dalam diri saya untuk berkembang dan tumbuh subur dalam diri saya namun saya tidak sadari karena mungkin tidak ada orang yang baik hati mengatakan kalau sifat tersebut buruk untuk saya.

Tidak dapat saya bayangkan apabila manusia – manusia disekeliling saya tidak mengkritisi saya ( entah itu karena tidak berani atau karena tidak mau, cuek, dsb ) dan saya pun tidak menyadari potensi tumbuh kembang sifat buruk yang mungkin ada. Ditambah lagi jika saya merasa diri saya yang paling benar dan tidak menerima kritik dalam bentuk apapun.Bisa – bisa saya hidup sendirian di dunia ini. Dan menjadi orang yang paling dibenci, wow sangat tidak menyenangkan rasanya.

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial untuk saling melengkapi satu sama lain.

Tidak ada yang sempurna di dunia manusia ini, tidak ada yang paling benar di dunia manusia ini kecuali yang menciptakan dunia ini.

Ibarat obat, kritik adalah sesuatu hal yang dapat memperbaiki dan menyembuhkan kita, sepahit apapun rasanya.

_ Aziz Ardiantono_

😀

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s