Makrab Akuntansi UNY 2011 Part III

Setelah keluar dari aula seusai tampil pensi saya dan yang lain pun tertawa lepas, karena akhirnya penderitaan itu usai. Kini giliran kami tertawa lepas menonton penampilan yang tersisa. Penampilan berikutnya dari Mas Maming dengan Girlbandnya hahaha. Salut buat Maming yang tampil hampir tanpa ekspresi meski ditertawakan hampir oleh semua teman2nya

Penampilan berikutnya merupakan yang terbaik kalau menurut saya. Mungkin karena drama komedi, yang bisa lebih terstruktur alur ceritanya hingga jelas bisa dinikmati. Salut buat Aziz Junior ( Aziz Setyawan Akuntansi B 2010 ) dan Erlintan sebagai pemandunya. Tentu tokoh sentralnya adalah Maba teratraktif tahun ini menurut saya yaitu Thoriq dengan Pocong Ngapaknya. hahaha

Setelah Aziz Junior and the Gank tampil. Giliran berikutnya adalah Hony dan Nana yang tampil dengan Boybandnya dan ini penampilan paling koplak karena ada satu maba yang tampil penuh totalitas dengan koreonya namun dirusak oleh satu maba lainnya yang membuat gerakannya jadi terlihat hancur berantakan. Dan di akhir pensi mereka. Dua orang ini ( Yudi yang totalitas dan Sigi yang menghancurkan di suruh beradu dance hasilnya? Kami tertawa kencang..hahahaha )

Ditutup dengan Fashion Show Wahyu and The Ganks yang cukup meriah sebagai penutup acara pentas seni malam itu. Dan kami pun akhirnya bubar untuk berisitirahat. Setelah shalat isya di mushala dan ikut evaluasi sejenak saya pun langsung menggeletakkan badan di atas kasur dan terlelap hingga pukul 4 lebih 15 menit kalau tidak salah dengan samar2 melihat sekeliling kamar dan mencoba menganalisa siapa yang ada di kasur seberang. Ternyata eh ternyata….nganunya teman dekat saya…hahahaha

  • Minggu Pagi

Setelah shalat dan membasuh diri *cuci muka maksudnya* saya pun turun ke area kamar para maba di bawah untuk membangunkan maba sekitar jam 5. Yang kutemui pertama adalah Sang Satpam Gunawan yang tertidur meringkuk kedinginan di depan kamar. Terlihat lelah sekali dia.hahaha *tahun lalu itu kerjaan saya dan Andi

Sekitar jam setengah 6 lwat acara pagipun dimulai dengan senam pemanasan untuk semua. Dan saya diminta untuk jadi instruktur?? Ooo..maap jupe saya g bisa.😀. Satu jam kurang lebih pemanasan dilakukan dengan senam geje karena instrukturnya yang kurang jelas haahahaha. Setelah itu diadakan game untuk menentukan urutan pemberangkatan outbond. Games ini Teller Gankz diwakili oleh Kefas. Dan kami berada di urutan pemberangkatan ke enam.

Menunggu Pemberangkatan

Menunggu memang sesuatu yang agak menyebalkan terkadang. Sambil menunggu pemberangkatan beberapa dari kami ada yang bermain sepakbola kecil – kecilan. Hingga tiba pada saatnya kami berangkat. Dan kami pun berangkat setelah mendapat perintah dari sie acara untuk menuju pos pemberangkatan.

  • Pos Pemberangkatan

Setelah mendapat perintah untuk berangkat, kami berjalan ke area pemberangkatan dimana disana telah ditunggu beberapa penghuni, dan sepertinya mereka semua menantikan diriku untuk “diberi” habis – habisan. Pos pemberangkatan pertama yang ditunggu oleh Ketua Panita dan Ketua Makrab Reipita dan Fajar serta Steering Comitee alias Kadept ku Ndel – Ndel dan Koord Outbond Suryati memberikan kami “bekal” berupa coreng moreng di wajah dengan arang hitam yang cukup pekat. Bukan cuma arang yang kudapatkan, namun juga ada coretan dari Bu Satpam yang sedang jadi PDD yaitu Ina.

Siap Tempur

Pos pemberangkatan memberikan kami petunjuk arah jalan serta pasword pertama yaitu H-E-N-N-Y *heemm paswordnya bakalan nama – nama ketua hima sebelumnya nih*. dan tentu saja coreng moreng di wajah kami inilah yang paling utama hasil dari pos pemberangkatan. Setelah itu kami pun mulai melangkah menuju pos berikutnya. Menuju Pos Pertama yang diselingi dengan (yang katanya Erzi) sebagai pos setengah *apaan deh baru jalan berapa meter udah ada pos penahan* Tertahan di pos ini kurang lebih 3 – 4 menit, udah berasa kaya kereta aja ini nunggu sinyal aman mesti ditahan dulu. Disini sempat melihat ada gerombolan K-9 alian anjing yang macam anjing pelacaknya pak polisi..wuih ternyata gede2 ya..

  • Pos Pertama

Sampai juga kami di pos pertama yang dijaga oleh Agung dan Papin. Letak pos ini agak tersembunyi entah kenapa. Pos ini memberikan permainan yang sudah saya intip sebelumnya hwehehe. Yaitu permainan melepaskan borgol tali yang terkait antar anggota. Karena jumlah kelompok kami yang ganjil 9 peserta dan 2 pemandu maka saya tidak ikut bermain. Namun semua sukses melepaskan borgol – borgol ini semua. Hebat – hebat mabaku ini.

Agung : ” Yak silahkan berangkat menuju pos selanjutnya, hati – hati ya kalian akan menemukan ranjau menuju pos dua nanti.”

Ranjau what?? Ranjau apa nih batinku, baru kali ini ada maen jebak2an begini. Dan ternyata selama menuju ke pos dua akhirnya kami temukan arti kata ranjau yang dimaksud oleh Agung. Ranjau itu berupa kotoran sapi ternyata…ckckckck. Tepatnya ranjau ini kami temukan beberapa meter sebelum menemukan pos dua yang dijaga Tsalits dan Demi

Pasword dari pos ini : Bagus Dwi Nurcahyo

  • Pos Kedua

Setelah jalan sulit menuju pos dua dengan menghindari “ranjau” yang dikatakan Agung tadi kami pun sampai di pos kedua. Pos kedua dijaga oleh Tsalits dan Demi. Melihat ada ember dan botol kosong yang tertata rapi maka batinku berkata, “yak disinilah game belutnya.” Tsalits secara tidak sengaja sempat mengatakn hal ini dan aku mendengarnya hahahaha.

Demi : ” Kalian harus memindahkan belut dari ember ini ke botol disebelah sana, estafet dan semua harus memegang.”

Ah gampang batinku.

Aziz : “Ris bisa kan?.”

Risma : ” Ah biasa mas, lha wong ditempat mbahku banyak ko.”

Namun ternyata eh ternyata ada yang sama sekali tidak berani dan nyaris menangis dalam game ini, yaitu Nurul ( Jadi inget Tutik hahahaha  ampuunn tuuutt.. )😀

Aziz : ” Rul qm g berani ? Yaudah dibelakang sendiri aj sini, nanti tinggal pegang sebentar aja qm.”

Strategi yang sama saat Upgrading pengurus Hima Aksi awal tahun lalu, dimana pas Upgrading waktu itu Kiki yang agak takut untuk memegang belut namun dia masih berani memegang dan memasukkan belutnya kedalam botol meskipun harus tetap saya bantu. Kalo yang ini Nurul sama sekali g berani dan hanya menyentuh saja belutnya sebelum saya yang memasukkannya kedalam botol.

Game berjalan lancar, tidak ada hambatan kecuali di Nurul yang memang tidak berani memegang belut.

8 belut berhasil kami pindahkan, dan kami pun beranjak ke pos berikutnya dengan beberapa wejangan

Tsalits : “Pasword kalian Muhammad Hendy Danu Martha.” ” Dan kalian harus menjawab pertanyaan ini di Pos Selanjutnya. Berapa Jumlah Kau.”

Tertahan Di Pos 2

Tsalits sih ngomongnya Kau, tapi dengan bertebarannya “ranjau” di sekitar pos 2 maka kami langsung berfikir kalau yang dimaksud adalah Sapi.

Terjadi perdebatan seru antar Teller Gankz terkait perhitungan sapi yang kami lihat, ada yang bilang 12, ada yang bilang 13. Saya sendiri males ngitungnya. hahahaha. Sebelum masuk ke pos ketiga, kembali kami tertahan di sinyal masuk alias pos penahan, kali ini ada pos p3K padahal saya kira itu pos konsumsi karena ada Ocha disana yang hari itu identik dengan makanan, dan makanan. Namun tebakan saya tidak salah karena Ocha membekali kami kembali dengan makanan.😀

Namun ternyata ini adalah pos teman saya. Kalo saya bilang sih bukan pos, tapi tempat mbojonya dia, wahahahaha. Beneran jage berdua mereka, kemarin sih temen saya bilangnya dia bakalan muter jebullee….hahahahaha. Seakan g mau saya ledek dia mendekati saya dan berusaha menutup mulut saya dengan berbagai pertanyaan ini itu dan menyindir saya terlebih dahulu. Hahahaha

  • Pos Ketiga

Setelah mendapat sinyal aman, kami pun berangkat menuju ke pos ketiga yang dijaga oleh banyak orang. Ada Tutik Indro Gunawan (ngapain ni satpam ada disni??) Suryati, Ndel Ndel, Ina ( Ni juga ngapain ada disini lagi??) Dan Tasyahuda. Disini baru saya sadari ternyata celana training saya sobek karena tutik yang bilang.

Tutik : ” Kaya ajiz thu lho totalitas, sampe celananya sobek.”

Helll,,, saya aja tidak tahu kalau ternyata celana saya sobek. Games di pos ini yang terbanyak, pertama kami harus merangkak dengan mata tertutup melewati halang rintang dengan dipandu ketua gugusnya disertai guyuran hujan dari para penjaga pos. Setelah itu bermain limbo dan makan satu kerupuk untuk 10 orang..Sebelum game dimulai Risma berujar ” Mas neg aku g sampe gimana? tinggi e itu.” ” Pasti sampe ris nanti paling dibantu panitianya.” jawabku.

Namu ternyata sampe juga ko dia ke krupuknya itu

Usai game ternyata kami ditahan lagi, saat lagi di tahan, ternyata teman saya muncul lagi dari pos sebelumnya, minta di ledek lagi nih. Hahahahaha.

Dapet kabar kalau posisi pos 4 dipindah karena ada gerombolan K-9 tadi yang ternyata pada latihan. ( Anjing juga latihan ternyata g tau latihan apa. hahahaha). Setelah sempat beberapa saat menunggu dan para P3K hilir mudik entah ada apa saya juga tidak tahu. Kami pun menerima sinyal aman untuk berangkat dan mendapat pasword : Yusuf Eko Pambudi menuju pos 4 dan ditemani oleh pak Satpam Gunawan.

Nunggu Sinyal Aman di Pos 3

  • Pos Keempat

Ini adalah pos yang paling menyebalkan permainannya, karena saya merasa dibodohi. Memang benar orang lapar terkadang tidak bisa konsentrasi. Di jaga oleh Silvi, Dhika Wisesa, Sigit, Bayu dan Dimas kami bersusah payah untuk menaklukkan game ini. Peraturan game ini adalah bagaimana caranya mengambil suatu Sabit yang ada di depan tanpa harus menyentuh tanah dalam area sebanyak dua kali. ( Areanya dibatasi dengan dua tali rafia). Emang dasar saya lagi lapar dan udah g Hundred Percent lagi, yang saya dengar cuma tidak boleh menyentuh tanah sebanyak dua kali. Tadinya sempet kepikiran gimana kalo di luar tali aja jalannya, namun kata2 Area dan dua utas tali tadi membawa sugesti buruk kepada saya kalau tidak boleh berjalan di luar itu.

Walhasil dengan bodohnya kami mengorbankan slayer kami masing masing untuk menjadi bahan pijakan. -__-”

Dan ternyata memang diperbolehkan untuk menginjak area yang diluar dua utas tali tersebut. Heeelllll……

Game usai dengan kebodohan kami ini, namun kata mereka para penjaga, masih ada yang jauh lebih bodoh dan konyol dari kami. Ga tau apa yang mereka lakukan hahahahaha.

Setelah usai outbond di kamar dhika bilang. ” Setelah gugus mu mau (tadi) do lucu lucu kabeh. hahaha.” berarti kami masih termasuk yang normal dan terlampau nyeleneh.😀

Pos berhasil kami lalui dengan pasword berikutnya : Fendhica Nickolan

  • Pos Para DPO ( Dewan Pertimbangan Organisasi )

DPO adalah kumpulan para kakak kakak tingkat hima aksi mulai dari angkatan sebelum angkatan 2009. Entah kenapa pos DPO kali ini dibagi dua pos. Pos pertama dihuni oleh kakak kakak DPO dari angkatan sebelum 2008. Di Pos ini tidak melakukan apa apa. It’s so Boring, kalau kata Ueki It’s Heavenly Boring

Pos kedua diisi oleh kakak kakak DPO khusus dari angkatan 2008. Dan kami kembali bermain game setelah menyetorkan seluruh pasword yang kami terima. Game yang kami mainkan adalah memindahkan air dari ember ke botol melalui spons. Ah udah g konsen saya makanya agak g semangat. Dan usai lah rangkaian outbond kami.

Menuju kembali ke wisma, entah kenapa yang lain buru – buru untuk kembali sambil setengah berlari mereka kembali ke wisma, padahal masih jauh. Meninggalkan saya Risma, dan Kefas.

  • Sampai Di Wisma


Sesampainya di wisma, saya berniat untuk mandi. Setelah hari sabtunya tidak mandi sore dan minggu pagi pun tidak mandi😛. Udah mau masuk kamar mandi ada yang bilang. ” Mau mandi jiz? Airnya abis g nyala kerannya, di kamar bawah aja.” Ok saya pun beranjak ke kamar panitia lain untuk numpang mandi. Namun ternyata eh ternyata, yang antri udah banyak. Satu kamar mandi sudah dibooking 3 orang. Naik lagi lah saya ke atas, hingga akhirnya menyelinap masuk ke kamar DPO untuk numpang mandi.😀

Habis mandi melihat para manusia yang ada dikamar ( Dimas dan Dhika ) Geletak di kasur, saya pun turut ikut menggeletakkan diri di kasur dan finally terlelap hingga jam satu kalau tidak salah. Mohon maaf buat sie acara saya tidak mengkondisikan maba saya untuk makan siang karena saya terlelap.

Setelah makan siang acara pelepasan dan penantian pulang setelah sempat kendaraannya tersendat di jalan.

Acara berjalan lancar….😀

Quotes Quotes :

Agum : ” Aku kalo lewat jam 6 berubah jadi Agnes ko mas.” ( Wah kamu jam 6 gum?? Aku berubah mulai jam 9 e…hahahaha )

Kefas : ” Wah mas mbok Jaketnya buat aku.. milanisti juga ya?? Toss dulu… ( enak aja minta, nabung 3 bulan e ini jaket )

Arinta : ” Mas itu dipanggil.” “Tuh kan ada suara Sapi.” ( Siaall emang saya sapi apa?? -__-“)

Risma :

  • ” Di belakangmu ki marai ngguyu e mas, goyanganmu itu lhoo..”
  • ” Mas pantatmu dijaga lho kalo engga aku bisa ketawa.”

Komentar pas latihan koreo dan sesaat sebelum tampil, memang dia berada di belakangku.

Arvin : ” Pantat’e mas Aziz Tepos.” ( Apaan?? Kaya gini dibilang tepos?? :O )

Lainnya maaf ya tidak ada qoutes yang saya ingat.

Special Thanks

  • Allah Swt.
  • Para Teller Gankz
  • Semua panitia tanpa terkecuali
  • Ina buat foto2nya
  • Ocha, Mas Amin buat konsumsinya
  • Yoga buat kos dan penitipan motornya.

Alhamdulillah…cerita ini akhirnya selesai…

Akuntansi Woyoo…

😀

Teman2 panitia

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s