Makrab Akuntansi UNY 2011 Part II

Belum selesai kegilaan Jumat Malam itu dengan berhasilnya kami keluar dari GE. Kami istirahat sejenak untuk melaksanakan shalat maghrib dan berpisah sesaat. Teller Boys sepertinya ke kosnya Iswah yang paling dekat (minus Kefas yang ikut seleksi UKM Sicma). Teller Girls aku g tau pada kumpul dimana. Sedangkan  Risma pulang ke klaten duluan (kasian juga anak kecil ini)😛

Saya sendiri beranjak ke Hima, namun berhubung ada rapat koordinasi sie outbond yang agak tabu jika saya sebagai pemandu berada di tengah tengah mereka, maka saya pun bergegas untuk menuju ke Wisma Jamboel yang menjadi markas sementara ini. After “minky” alias makan bakso pingky dan menunaikan kewajiban tentunya, saya pun kembali ke kampus untuk melanjutkan latian bersama para Teller. Sekitar jam 7 malam kami pun kembali berlatih mencari koreo untuk pensi, namun personil yang tersisa tinggal sedikit, hanya saya, Iswah, Arvin, Agum, Estri dan Nurul.

Ibarat kendaraan yang habis diisi ulang, ide ide cemerlang keluar dari para Teller Boys. Agum yang tak disangka2 ternyata mahir juga membuat koreografi. Dengan badan setegap itu saya pikir dia akan kaku untuk urusan bergoyang, Jebulee….hahahaha

Iswah says : ” Ini udah lwat jam 6 ko mas, Agum udah berubah jadi Agnes.”

Agum pun cuma mengangguk angguk. Haduh ternyata mabaku agak sedikit gila juga. Syukurlah saya mendapatkan maba yang tidak terlalu pasif seperti saya dulu.

Mereka ( Agum, Arvin, Iswah ) pun mengotak atik gerakan dengan berpatokan pada video clip lagu lagu india. Dengan sedikit gangguan yang datang dari Koordinator Sie Outbond Mba Suryati. Berhubung baterai laptop Iswah yang menunjukkan kritisasi kami pun mencari tempat yang ada colokan listriknya. Target pertama ingin kembali masuk (lagi) ke GE. namun apa daya ternyata jendelanya tidak bisa dibuka dari luar.  Taman Pancasila a.k.a TamPan menjadi target berikutnya, namun apa daya ternyata listrik di sana dipadamkan saat malam hari. Sempat terlintas untuk melanjutkan di hima namun dibatalkan karena masih ramai disana.

Dan ide gila yang terlintas di benak saya malah di amini oleh anggota yang lain. Ide gila untuk memanfaatkan colokan listrik yang ada di mushala. Dan kamipun berlatih disana akhirnya, namun karena tidak nyaman dan saya sendiri merasa risih kami pun bubar 15 menit kemudian dengan kemantapan dari Agum untuk membuatkan koreografi.

  • After Teller Ganks Gone

Setelah semuanya pulang saya mampir hima sejenak sebelum kembali ke Wisma Jamboel. Masih ada Tutik, Rei, Tsal dan Ari disana. Ngobrol sesaat dan dapat rejeki yang tak terduga disini. Bos Rei mentraktir saya dan Ari makan malam (alhamdulillah yah…) Saya pun meluncur mencari dan membelikan pesanan makanan dari Bos Reipita. Jadilah malam itu ada double hit untuk saya, makan bakso pinky dan makan malam penyetan dibayari Rei. Sambil makan kami bertiga (Tutik dan Tsal naik ke Jurusan buat bantu2 dosen) ngobrol sana sini hingga jam 9 malam setelah Tutik dan Tsal kembali ke Hima kami pun Bubar

  • Di Wisma Jamboel


Kurang lebih 5 menit perjalanan dari kampus phantom dan saya mendarat di Karang Malang C19. Tempat apa lagi kalo bukan Wisma Jamboel Kosnya Yoga dan Wahyu. Di kamar Yoga sudah ada wahyu yang lagi transfer data, engga tau dia ngopy data apa. Niatnya sih mau langsung tidur, namun kenyataannya kami malah membuat bioskop mini dan nonton bareng film Insidiuos (bener g ini tulisannya) dan ternyata filmnya memang cukup membuat saya berdegup – degup. Hingga akhirnya Yoga pun tidak berani mematikan lampu kamar saat tidur. Hahahaha…

  • Sabtu Pagi

Setelah di miskol teman saya tika, kurang lebih jam setengah 5 saya pun terbangun. Masih dengan mata yang ketap ketip bergegas untuk mandi dan shalat. Menanti wahyu turun dari kamar atas, namun ternyata hingga jam 5 dia blum juga turun dan ternyata dia belum bangun jika tidak saya bangunkan. Heeeuuu… >.<

Sambil menanti teman yang satu ini siap saya pun bergegas mencari sarapan keluar kos menuju Burjo terdekat. Dengan pertimbangan efisiensi waktu saya pun memesan Indomie Telor. Disusul wahyu yang datang kurang lebih 10 menit setelahnya. Singkat cerita, setelah diantar Sesinya Yoga saya dan wahyu pun berada di Rektorat UNY untuk briefing panitia. Namun ternyata panitia yang datang baru beberapa orang.

-__-”

Setelah pak ketuanya datang briefing dimulai dan mulai pengkondisian maba. Para Teller Boyz datang lebih telat dibanding para Teller Girlz. Namun Teller Gankz salah satu gugus yang paling lengkap dan tidak terlalu ngaret dibanding gugus yang lain. Karena masih kepikiran pensi yang belum jadi maka saya pun mendekati Agum untuk menanyakan gimana koreonya untuk nanti. dan ternyata sudah ada gerakan yang dia buat.

Pemandunya pamer kaos (background sie acara)😛

Teller Gankz ( Co dari depan : Kefas, Arvin, Agum, Iswah ) (Ce : Estri, Arinta)


  • Sampai Di Wisma

Kurang lebih jam 9 pagi kami semua sampai di tempat Makrab, di Wisma Kaliurang daerah wisata Kaliurang Sleman, Jogjakarta. Setelah pengkondisian Maba sebelum pembagian kamar kamipun istirahat sejenak sebelum memulai acara pertama. Acara pertama adalah perkenalan para maba beserta gugusnya yang disertai dengan penampilan yel – yel. Yel2 kami merupakan yang paling pendek ternyata hahahaha… Dan juga pengambilan nomor urut untuk maju pensi nanti malam. Dan kami sepertinya bersahabat dengan angka 5. hahahaha.Setelah itu adalah materi dari para Dosen, Ibu Indah Selaku Kaprodi Akuntansi, Pak Djazari selaku Kajur Pend. Akuntansi, Pak Kiki selaku Doktor di jurusan akuntansi dan Pak Mahendra selaku pembimbing Hima Akuntansi datang memberikan materi – materi yang disertai tanya jawab dari para maba.

Tampil Yel Yel

Hawa dingin kaliurang sempat membuat saya merasa menjadi orang linglung. Kenapa? Karena cuacanya yang dingin saat pertama masuk hingga beberapa jam setelahnya saya mencari – cari akan kemungkinan untuk mematikan AC namun saya tidak menemukan letak ACnya. Dan setelah sadar bahwa tidak ada AC diruangan ini dan hawa ruangan dingin ini berasal dari luar yang notabene memang sudah dingin karena memang ada di daerah gunung merapi. Bukan cuma saya yang merasakannya, karena sepertinya Mas Amin Fauzi juga merasakan hal yang sama. hahahaha

Istirahat kedua, atas inisiatif para maba kami pun berlatih mengikuti gerakan dari Agum sang koreografer yang sudah mendapatkan beberapa gerakan utama. Namun sepertinya kami salah memilih lokasi latihan, karena terlihat jelas oleh panitia, khususnya sie konsumsi dari balkon atas, dan habislah saya di ece mereka, -__-”

  • Malam Menjelang

Selepas latihan sore hari, acara beranjak ke acara berikutnya yang diisi oleh kakak angkat dari 2008 dan angkatan angkatan sebelumnya. Hingga kurang lebih jam setengah 6 kami kembali mematangkan gerakan untuk dua lagu yang akan kami bawakan pada pensi nanti. Untuk lagu kedua sudah ada bayangan yang bisa diibaratkan sudah jadi dan bisa kami tampilkan, namun lagu pertama sama sekali belum ada koreo yang bisa digunakan hingga akhir lagu. Para Teller Gankz berharap bisa menghapus lagu pertama dan hanya menampilkan satu lagu saja pada pensi nanti. Dan istirahat shalat maghrib + makan malam menjadi ajang saya melobi sie acara ( Deny ) untuk menghapus salah satu lagu. Dan hasilnya?? Sukssesss…😀

Selepas makan saya beritahukan itu semua kepada Teller Gankz dan akhirnya kami mematangkan koreo untuk lagu pacar lima langkah. Namun sayang, belum matang di ending lagu kami terpaksa menyudahi latihan, karena acara malam sudah akan dimulai yang diawali dengan Berapi unggun ria.

On Fire

  • Pensi Pun Datang

Setelah ber api unggun ria, Acara pun kembali di pindah ke dalam aula untuk persiapan malam Pentas Seni. Disinilah menurutku kesenangan dari Makrab sesungguhnya akan dimulai. Karena dari sinilah keceriaan, dimulai dengan keceriaan bersama – sama seluruh panitia, dan peserta menyaksikan pentas seni yang ditampilkan ( ini lah ajang menertawakan dan ditertawakan yang saya ucapkan kepada para Teller Gankz ). Dimulai dari penampilan gugusnya Kuncung ( Ryan Galih ) dan Dini yang membawakan cheersleader yang harus diulang hingga tiga kali karena adanya kesalahan pada musik. Berkat pensi ini saya mempunyai pasword kalo bertemu dengan dini hahahaha.

Disusul dengan penampilan – penampilan selanjutnya. Hingga akhirnya tiba giliran kami setelah gugus Widi-isme tampil membawakan poco – poco ( Kenapa widi-isme?? Karne duo pemandunya bernama Widi ) kami pun bersiap – siap. Dengan masih memikirkan untuk gerakan ending lagu di luar arena.

Dan musik pun dimainkan dan kami bergerak sesuai dengan latihannya tadi sore *untuk mendapatkan feel saat menulis ini saya putar kembali lagunya :D*

Semua berjalan lancar meski ada beberapa gerakan yang sepertinya saya bablas keasyikan..hahahaha. Semua mulai bingung saat lagu menjelang ending. Rencana semula untuk memutari Estri dan Kefas sebagai pemeran utama gagal karena mereka malah out of stage duluan.

-__-”

Namun berhasil kami atasi dengan berputar di stage dan akhirnya keluar beriringan. hahahaha…

Mau tau lagunya?? Ini diaa…😀

Bersambungg….

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s