Ajisai

Dengarkan lihat dan resapi musik serta video clip ini

Musik instrumental yang keluar dari dua gitaris ini entah mengapa menjadi salah satu yang favorit di telingaku.Lagu yang diberi judul Ajisai/Hydrangea ini benar – benar bisa menghipnotisku karena bisa berulang kali saya mendengarkannya saat sudah mendengar lagu ini. Buatku alunan musik ini selalu cocok di berbagai suasana. Suasana untuk menyemangati diri, untuk relaksasi diri, bahkan untuk introspeksi diri tergantung kombinasi lagu lagu berikutnya yang dimainkan atau yang saya putar.

Mencoba mencari arti kata dari Ajisai/Hydrangea dengan berselancar pada dunia maya saya sempat mendapati satu komentar di salah satu forum atau fans page saya agak lupa yang menulis kalau arti dari Ajisai sendri adalah Harga Diri. Namun setelah googling ternyata artinya adalah Bunga Asli Jepang yang hidup di daerah Kanagawa. Bunga yang menjadi salah satu lambang negara

Sekilas tentang Ajisai originally posted in here

Bunga itu berbongkah-bongkah seperti sayur brokoli. Tapi warnanya bukan hijau, melainkan merah marun, merah muda, ungu, putih, biru, ataupun perpaduan beberapa warna tersebut sekaligus. Mulai mekar di Tokyo dan sekitarnya pada 10 hari pertama bulan enam. Kuncup-kuncupnya sendiri bermunculan sejak 10 hari pertengahan bulan Mei.

Orang Jepang menamainya ajisai. Berasal dari kata azu yang berarti berkumpul, dan sai, yang berarti warna biru keunguan. Mulai disebut-sebut dalam literatur Jepang sejak abad ke-8, dalam koleksi puisi waka yang dikenal dengan nama man-you-shuu, yang berarti kumpulan sepuluh ribu daun.

Jenis ajisai yang paling banyak dibudidayakan di Jepang adalah Hydrangea macrophylla, yang diberi nama gakuajisai oleh masyarakat Jepang. Warnanya biru, terdiri atas empat helai kelopak pada setiap satu tangkai bunga kecil, yang bergabung dengan tangkai-tangkai bunga lain membentuk satu bongkahan seperti brokoli atau setengah bola berdiameter 10-20 senti. Tinggi pohonnya mencapai sekitar 1,5 meter. Adapun daunnya, tumbuh berpasang-pasangan berlawanan arah di batangnya, warna hijau tua dengan serat yang berlajur-lajur.

Ajisai Ungu

Selain gakuajisai, ada sekitar 20-an jenis ajisai yang hidup di Jepang. Di pinggir sungai Sakaigawa, Kota Fujisawa Provinsi Kanagawa, ada jalur khusus pejalan kaki dan pengendara sepeda yang dinamai sen-pon-ajisai-rodo, yang artinya, jalan seribu pohon ajisai. Penduduk sekitar bersama-sama secara sukarela menanam dan merawat ajisai sepanjang 4-6 km di sisiran sungai.

Ajisai yang memang asli berasal dari Jepang, juga merupakan salah satu bunga yang sering dijadikan lambang negara ini, namun masih kalah pamor dari sakura. Orang asing mungkin lebih banyak yang tidak tahu namanya. Saat terpesona dengan kecantikan bunga ini, mungkin orang-orang mengira bunga ini bukan asli Jepang, sebaliknya saat melihat sakura, orang sangat yakin itu bunga asli milik Jepang saja.

Sebenarnya di Jepang sendiri, banyak buku cerita anak, motif kimono, ataupun hiasan Jepang yang menjadikan ajisai sebagai ilustrasinya. Biasanya dilengkapi gambar hujan, dan beberapa katatsumori atau keong emas yang bercengkrama di atasnya.

Berbeda dengan sakura yang mekar dalam jangka waktu hanya sekitar 10 – 14 hari, maka masa ajisai mekar selama 1-2 bulan. Dan dibandingkan sakura, bunga ini sangat kuat bertahan melawan hujan dan angin kencang.

Bahkan, meski sudah layu sampai berubah warna menjadi cokelat, bunga yang bernama latin Hydrangea ini tetap bertahan di tangkainya. Beberapa kelopaknya memang kadang gugur ke tanah, tapi sebagian besar tetap di tangkainya sampai berbulan-bulan, bahkan musim telah berganti. Itulah sebabnya, setelah bunga ini layu, orang yang peduli keindahan perlu turun tangan memotongnya sendiri.

Hydrangea Macrophylla

Seperti sakura, ajisai juga dibudidayakan di banyak tempat. Kehadirannya sangat mencolok di tengah hembusan udara pancaroba antara musim semi ke musim panas di bulan Juni-Juli. Selain itu, tidak sulit mengembangbiakkan dan memeliharanya. Dengan batangnya yang berkambium, bisa ditanam begitu saja ataupun dicelupkan dalam air hingga akarnya keluar.

Daerah yang terkenal menawarkan kecantikan ajisai secara khusus adalah Kamakura, ibukota Jepang pada masa kekuasaan Shogun Minamoto Yoritomo, 1192. Daerah yang berlokasi di Provinsi Kanagawa ini, disebut-sebut beberapa situs wisata Jepang sebagai tempat yang mementaskan ajisai paling indah, khususnya di Meigetsuin Temple.

Speechless saya membaca dan melihat bunganya ditambah menikmati alunan musiknya. Berarti memang Depapepe membuat lagu ini berdasarkan keindahan yang ada pada bungan ini. Untuk video clipnya saya malah bingung harus berkomentar apa tapi melihat karakteristik bunga Ajisai yang butuh kerja keras untuk mencapai keindahan dengan masa tumbuh sampai dua bulan serta kuat menahan hujan dan angin kencang saya rasa video clip yang dibuat sudah sangat cukup menggambarkannya dengan semangat sang pemeran utama untuk menghadapi test wawancara meski ditertawai peserta lainnya.

Dan dibawah ini adalah duplikasi lagu asli yang tidak kalah nikmat untuk didengarkan.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s