Apa Yang Salah Dengan Kereta Api ?

Kereta Api, suatu moda transportasi massal yang sejatinya sangat ideal, yah paling tidak ideal di mata saya. Alasan kenapa saya bilang ideal adalah Kereta api adalah moda transportasi yang bisa mengangkut banyak penumpang dalam sekali perjalanan (minimal 400 orang). Bandingkan dengan Bus antar kota atau Mobil pribadi yang daya angkutnya jauh lebih sedikit. Untuk mengangkut 400 orang hanya butuh satu rangkaian kereta api eksekutif, untuk bus mungkin sekitar 10 kurang lebih, dan untuk mobil pribadi 100 kurang lebih. Jumlah daya angkut inilah sejatinya yang bisa menjadi alasan kuat untuk pemerintah kita menganak emaskan kereta api itu sendiri. Karena dari konsumsi bahan bakar akan jauh lebih hemat jika menggunakan kereta api tersebut.

Madiun Jaya Non Ac

Namun kenyataannya berbanding sangat terbalik. Kereta Api bukanlah suatu primadona, baik dari sisi pemerintah atau sebagian masyarakat. Diskriminasi terlihat untuk Sang Ular Besi ini sendiri, dari sisi pemerintah, hingga kini BBM yang digunakan untuk menjalankan kereta api bukanlah BBM industri yang harganya lebih murah dibanding harga BBM biasa. Sedangkan untuk Bus umum mendapatkan BBM subsidi. Selain itu Pemerintah juga tidak mau menanggung biaya perawatan jalan atau TAC yang justru dibebankan kepada PT KAI.

Dua hal tersebut merupakan sebagian kecil contoh yang terjadi. Lalu dari segi masyarakat, sering sekali terdengar kabar pelemparan batu oleh oknum masyarakat kepada kereta api yang melintas. Baru – baru ini belum ada seminggu yang lalu saya pun kembali lagi mengalami pelemparan batu saat sedang mudik menggunakan Kereta Api Senja Utama Yogykarta dari Jogja ke Jakarta. Dua kali pelemparan dalam satu trip di dua lokasi yang berbeda. Entah apa yang ada di benak mereka sehingga melakukan hal tersebut. Apa Salah Kereta Api kepada Mereka??

Lalu tentu tidak asing dengan kasus hilangya baut – baut penambat bantalan rel di lintasan yang dicuri oleh manusia – manusia yang tidak bertanggung jawab. Padahal hal itu dapat mengakibatkan hilangnya ratusan jiwa. Lagi – lagi saya tidak habis pikir ada apa dengan pikiran manusia – manusia tersebut.

2 Comments

  1. Iya kereta memang sasaran empuk pelemparan. Waktu musim bola tambah parah. Gak ada hujan gak ada angin juga ditimpuk. Jalur KA gak steril, dikelilingi lingkungan yg mungkin menaruh dendam pada KA. Atau mungkin sekadar iseng.?

  2. Kalo untuk musim bola sasarannya sejatinya para pendukung yang ada di kereta itu sendiri…
    Beda dengan kalo kasusnya KA biasa yang g ada pendukung bolanya itu saya juga kurang tahu…isengnya berujung derita bagi orang lain


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s