Diam

SSstttttt....

Sesuai dengan gambar yang tertera di atas yang dapat berarti untuk menandakan kita untuk tidak bersuara alias diam. Gambar yang saya ambil dari cover album terbaru Depapepe yang berjudul One. Ga ada sangkut pautnya memang album Depapepe ini dengan apa yang akan saya tulis.

Diam merupakan suatu sikap untuk tidak berbuat apa – apa, tidak berkata apa – apa dan tidak bertindak apa – apa. Terlihat sekilas memang diam tidak akan menghasilkan apa – apa dan tidak ada gunanya, memang sekilas terlihat seperti itu, karena hukumnya tidak berbuat apa2 = tidak mendapatkan apa2. Eits tapi mungkin tidak selamanya hukum tersebut berlaku secara positif dalam artian tidak selamanya diam itu tidak mendapatkan apa2.

Diam memiliki banyak arti, Setiap orang yang baru berada di suatu lingkungan yang baru untuknya entah itu lingkungan tetangga, sekolah, kantor akan cenderung untuk menjadi pendiam sesaat. Diam disini dapat berarti suatu sikap yang diambil untuk mengidentifikasi lingkungan barunya tersebut. Diam juga dapat bermakna menghormati orang lain, saat mendengarkan orang lain mengungkapkan pendapat kita pasti diam bukan? karena jika kita ikut berbicara di saat yang sama tentu akan terjadi benturan suara yang dapat mengaburkan informasi.

Kalo untuk saya pribadi diam itu lebih sering saya gunakan untuk menunjukkan rasa protes, marah dan ketidaksukaan terhadap sesuatu. Saat marah khususnya saya lebih sering untuk memilih diam sesaat daripada langsung meluapkan amarah tersebut dengan mungkin berteriak, membentak atau lain sebagainya yang malah mungkin akan menambah suasana menjadi panas. Satu alasan yang membuat saya melakukan hal ini adalah dimana kondisi orang yang sedang berada dalam tingkatan emosional tentu akan sulit menggunakan akal sehatnya.

Nah jika sudah sulit menggunakan akal sehat tentu apa yang dilakukan saat berada dalam tingkatan emosional dapat saja merupakan suatu malapetaka yang dapat membawa kabar duka di kemudian saat. Contoh simpel aja nih, pasti pernah kan mengucap kata – kata yang tidak patut saat emosi? Kita g akan tau apa akibat kata – kata yang kita lontarkan pada saat kita emosi,  Mungkin saja kata2 itu menyakiti orang lain dengan sangat dalam, bahkan melukai orang – orang yang ga ada sangkut pautnya. *Khan sering tuh orang emosi malah ngata2in keluarga musuhnya*

Itu baru dari mulut dan lidah, gimana kalo sampe gelap mata (kaya mati lampu aja). Sering kan ada kasus kasus pembunuhan yang akibatnya sepele dan cuma dasarnya emosi sesaat menyesal kemudian. Nah disini kuncinya diam kalo menurutku, saat ada hal yang tidak kita sukai atau ada hal yang membuat kita sakit hati lebih baik jangan langsung direspon. Tarik nafas dahulu, dan berdiam diri sesaat dan menjauh dari hal yang tidak kita sukai. Baginda Nabi menyarankan kita tiga hal saat emosi, pertama ambil wudhu, kalo masih emosi lalu duduk, jikalau masih juga maka berbaring. Hmmm…

Jadi buatku diam tidak selalu nihil alias tidak menghasilkan apa – apa. Ada kalanya dia juga akan berguna disaat yang tepat. Itu makna diam untukku??

Bagaimana dengan anda??

😀

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s