Hari Bumi

Earth Day atau kalau dibahasa Indonesiakan menjadi Hari Bumi. Hari Bumi atau Earth Day yang diperingati setiap tanggal 22 April ini bermula pada tahun 1970 dimana Senator Gaylord Nelson sebagai pemrakarsa setelah pidatonya di Seattle yang membahas tentang isu – isu lingkungan hidup agar dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran perguruan tinggi mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat sipil.

Melihat perayaan – perayaan yang dilakukan seperti  mengurangi polusi udara, penanaman pohon dan segala hal yang berkaitan dengan menjaga lingkungan pada 22 April, mengapa hal itu hanya dilakukan pada perayaan Hari Bumi saja? Padahal sejatinya pengurangan polusi dan menjaga kelestarian lingkungan tersebut akan percuma jika tidak dilakukan secara berkala. Kita ambil contohnya saja seperti perayaan Hari Bumi dengan penanaman pohon, bagaimana tindak lanjut dari penanaman itu sendiri juga mempunyai peranan penting dalam kelestarian lingkungan.

Misalkan penanaman pohon yang dilakukan untuk memperingati Hari Bumi namun kelanjutannya bibit tersebut dibiarkan terlantar maka percuma donk. Di mana makna dari perayaan Hari Bumi itu sendiri?? Sejatinya kita bisa memperingati Hari Bumi itu setiap hari. Tidak perlu ada tanggal khusus untuk sekedar merawat bumi lingkungan hidup kita sendiri. Anggaplah kita sedang merawat rumah kita sendiri karena di bumi lah kita hidup dan tinggal.

Bukankah kita juga sudah mendapatkan banyak manfaat dari bumi itu sendiri? Air yang kita gunakan sehari – hari untuk mandi, membersihkan tubuh, minum dan lain – lain, Tanah yang telah memberikan kita banyak makanan, Udara yang memberikan kita oksigen untuk bernafas. Semua disediakan oleh Bumi atas Kuasa Sang Pencipta. Tinggal sekarang bagaimana cara kita melestarikan manfaat – manfaat tersebut.

Saat ini kita tentu tidak asing tentang berita – berita semacam Banjir, Longsor, Illegal Logging dan lain – lain. Banjir terkadang disebabkan oleh tidak lancarnya aliran air di bantaran – bantaran sungai yang disebabkan oleh banyaknya sampah – sampah yang menumpuk di tempat yang tidak seharusnya itu. Untuk merayakan Hari Bumi tidak perlu kita menanti tanggal 22 April untuk sekedar menahan diri maupun orang lain untuk tidak membuang sampah ke sungai. Memperingati Hari Bumi berarti menghargai Bumi dan seisinya dengan menjaga kelestariannya

Melihat awal mula adanya Hari Bumi seperti yang telah dijelaskan pada paragraf awal, dimana hal tersebut muncul karena adanya keinginan untuk memasukkan pembelajaran tentang lingkungan hidup. Maka marilah kita mulai dari diri kita sendiri untuk menjaga lingkungan sekitar kita. Bisa kita lakukan dengan mulai dari hal yang paling kecil, yaitu membuang sampah pada tempatnya. Tak jarang kita jumpai dalam kendaraan umum dan bahkan mobil pribadi selalu saja ada sampah yang keluar dari jendela kendaraan tersebut meski hanya selembar kertas ataupun plastik. Apa susahnya kita untuk sementara menyimpan sampah kecil tersebut hingga menemukan tempat sampah nantinya.

Mari bersama – sama kita jaga kelestarian lingkungan hidup kita. Karena mereka telah memberikan banyak manfaat untuk kehidupan kita. Jangan biarkan manfaat  – manfaat yang kita rasakan saat ini tidak bisa dirasakan oleh generasi – generasi berikutnya,,

Mulai dari diri sendiri.,,

Mulai dari hal kecil..

Dan Dimulai saat ini…

2 Comments

  1. Berangkat kuliah jgn naek motor u jis!!! Polusi!! Bike to campus dong kaya gw😀


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s