Home Sweet Home…

Another sunny day beneath this cloudless sky
Sometimes I wish that it would rain here
And wash away the west coast dreaming from my eyes
There’s nothing real for them to see here

Suara Ryan Keys membawakan lagu Back Home benar – benar membuatku ingin pulang ke rumah. Selalu dan selalu alunan musik mereka dari lagu ini membawa anganku kembali kerumah sederhana di pinggiran Ibu Kota. Kupandang lekat – lekat wajah anggota keluargaku yang terbingkai manis dalam sebuah figura kayu berwarna coklat. Foto disaat Kakakku sukses menyelesaikan studi D3 di salah satu politeknik terbesar di Ibukota itu yang kini terpampang dikamarku ratusan kilometer dari keberadaan mereka semua.
Pertengahan semester biasanya aku menyempatkan diri untuk pulang, ya setidaknya hanya sekadar untuk potong rambut disana ( begitu menurut pengakuan ibuku, budeku, pakdeku dan teman2ku disini)😀
Namun sepertinya semester ini aku tidak yakin bisa pulang dua kali dalam satu semester berhubung ada beberapa tanggung jawab yang harus aku tuntaskan. Suatu hal baru sebenarnya untukku melakukan hal – hal ini, berorganisasi merupakan hal yang baru untukku dimana dulu aku paling malas untuk ikut hal hal semacam ini. Motivasi utamaku untuk menjalani ini semua sejatinya hanyalah untuk membuktikan kepada kedua orang tuaku bahwa ada hal positif yang bisa aku lakukan dan ada perubahan yang kuperbuat pada diriku ini.
Yah aku dulu bisa dibilang anak yang manja. Mungkin faktor usiaku yang terpaut lumayan jauh dari adikku sehingga sempat membuatku merasakan nikmatnya menjadi anak bungsu kala itu. Masih ingat kala itu sering sekali aku merengek akan hal – hal yang tidak penting, wabil khusus kalau sudah berebut sesuatu dengan kakakku entah apapun itu mulai dari remote tv, makanan bahkan rebutan memakai kamar mandi..heuuu rasanya childish sekali saya karena ujung2nya saya berlindung dibawah pelukan ibuku.😀
Ya memang belum banyak yang bisa aku perbuat untuk membuktikan diriku berubah kepada orang tuaku. Dan mungkin juga belum ada hal yang bisa membuat orang tuaku bangga telah bersusah payah membesarkanku hingga sebesar ini. Belum ada hal yang kuberikan untuk kedua orang tuaku. Kalaupun ada hal yang bisa kuberikan pasti tidak sebanding dengan pengorbanan mereka untuk menghidupi ketiga anak2nya ini. Mungkin masih banyak khilafku yang tidak termaafkan kepada mereka, masih banyak keluh kesah ketidakbersyukuranku terhadap yang mereka berikan dan masih sering pula sanggahan sanggahan yang kulontarkan kala mereka meminta sedikit saja bantuan kepadaku.
Ah betapa benar – benar buruknya aku mengingat itu semua. Di kala kedua orang tuaku sudah mulai sibuk dengan rutinitasnya seperti memasak dan memperbaiki motorku aku malah masih asyik tertidur dengan kasur yang empuk. Di kala mereka memanggilpun terkadang aku berpura – pura tidak mendengarkan mereka dan lebih asyik dengan tidurku ini. Namun mereka tetap menyayangi ku hingga saat ini. Tetap memenuhi kebutuhan hidupku.
Ya Tuhan terimaksih telah Engkau berikan dua Malaikat penjagaku yang bernama Ayah dan Ibu. Dua sosok yang tak kenal lelah menyayangiku dan kedua saudaraku meski kadang kami tidak patuh padanya. Ya Tuhan satu pintaku padaMu, Sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka menyayangiku. Cukupkanlah Rizkinya, Kabulkan segala hajatnya. Dan berikanlah tempat terbaikmu untuk mereka berdua kelak. Hanya itu pintaku ya Tuhan Muliakanlah kedua orang tuaku hanya kepadaMU lah aku memohon.
Mah, Pah kalianlah Diva dihatiku, salah satu motivasiku untuk berbuat baik, Kalian laksana air yang tiada henti memberi kesejukan untuk anakmu ini. Ekspresi kebahagiaan kalian merupakan suatu hal yang ingin terus aku lihat, aku berharap tak ada lagi amarah yang keluar karena ulah anakmu ini. Mungkin beningnya embun pagi tidak bisa mengalahkan beningnya kasih sayang kalian kepada anakmu ini. Kasih sayang yang menciptakan harmoni tersendiri dihatiku. Segala rencana telah kususun rapi dan tertulis dalam lembaran buku biruku yang mungil, segala rencana yang aku harap dapat membuat kalian tersenyum dan dapat dengan bangga berkata
” Ya dia anakku..dan aku bangga padanya”
Miss you mah, pah…
salam cinta untuk kalian berdua serta kedua saudaraku di Jakarta…
semoga kalian sehat selalu…
Klaten, 13 -03 – 2011
Penulis
Backsound music saat menulis :
  • Back Home ==> Yellowcard
  • Ajisai ==> Depapepe
  • Perfect ==> Simple Plan
  • Brielle ==> Sky Sailing

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s