Ahh..Aduhh..Arrgghhh…

“Ding dut..” suara khas yang menandakan ada seseorang yang mengajakku untuk chat di FB terdengar sesaat aku tengah asyik melanjutkan tulisan novel iseng – isengku. Kulanjutkan dulu hingga kalimat terakhir yang muncul di kepalaku berpindah ke lcd laptop acer hitam pemberian ayah dan ibuku.

Kemudian kubuka jaring – jaring sosial milikku yang tadi berbunyi dan menandakan ada seseorang yang menyapa dan mengajakku chat.

” Bang,…😦 “

tulis  temanku itu.

” Hupps yoo kenapa ko gitu emotnya?”

balasku.

Bang cowoku selingkuh.. T.T

Dia jalan sama cewe lain…

Arrggghhh…benci aku bang..

Sahutnya lagi. “Wah gini ceritanya terpaksa buka praktek jadi psikolog dadakan nih.” batinku. Terpaksalah malam itu aku kembali membuka praktek dadakan menjadi psikolog.

Di lain hari saat sedang menuju kampusku yang nan jauh di mata ( haha lebay lah aziz ni ) mendadak hujan turun dengan cukup deras kala itu. Yah terpaksa aku menepi sejenak untuk memakai pelindung. Dengan beberapa pengendara lain yang sama sama menepi untuk melakukan hal yang sama. Sempat terdengar salah satu pengendara bergumam ” Ahh pake hujan…”

Sebenarnya itu juga sempat mampir di dalam hatiku bak running teks berita yang ada di televisi. Namun segera kubuang jauh – jauh kata – kata itu karena kuyakin hujan merupakan suatu anugerah dari Sang Pencipta untuk hamba – hambaNya.

Dan dengan baju pelindung lengkap dengan semangat penuh kuterjang hujan bak prajurit yang siap menebas musuh – musuhnya di medan perang.

Dua kasus tadi hanyalah segelintir contoh dari puluhan, ribuan, ratusan, bahkan jutaan kasus ketidakbersyukuran manusia – manusia atas sesuatu hal yang menimpanya. Aku, anda dan kalian semua pasti pernah melakukan hal itu terkungkung dalam suatu belenggu bernama ketidak bersyukuran.

Padahal kalau kita pahami lebih lanjut pasti ada makna dan hikmah yang lebih mendalam dari hal –  hal negatif yang kita alami tadi. Kasus pertama tadi untuk temanku tadi itu harusnya bersyukurlah karena dengan hal itu berarti dia sudah ditunjukkan bahwa pasangannya itu bukanlah orang yang tepat.

Putus cinta terkadang menjadi hal yang amat sangat menyakitkan bagi para insan manusia di dunia ( benarkan begitu wahai pembaca??)

Batinku

( ya g cuma pembaca aja penulisnya juga mbog ditanya.. :P)

Inilah sesuatu yang sebenarnya salah. Wah saat itu terjadi rasa – rasanya tulang dalam tubuh itu hilang. Nafsu makan hilang gairah hidup hilang. Hape hilang, dompet hilang ( woi maling punya kerjaan itu mah )

Merasakan kehilangan orang yang terkasih dan tersayang. Kehilangan orang yang menyayangi kita. Namun sadarkah kau kau kau?? y kalian semua yang menulis dan membaca ini. Sadarkah kalian kalau sejatinya ada lebih banyak sayang dan kasih serta cinta yang datang dan mungkin tak akan pernah hilang.

Jika kalian lebih bisa memandang hidup dengan penuh kesyukuran niscaya kalian akan bisa merasakan itu. Namun buruknya kita adalah hanya fokus kepada satu hal yang buruk. Yah kita hanya fokus kepada satu hal yang hilang itu tanpa melihat banyaknya hal yang masih tersisa.

Sadarkah kalian akan besarnya cinta kasih yang diberikan Sang Pencipta ketimbang cinta kasih yang diberikan “someone” anda itu??

Sadarkah kalian arti tulusnya sayang yang diberikan ayah ibu kalian dibandingkan dengan yang diberikan oleh mantan kalian yang telah hilang itu??

Untuk itu sekali lagi renungkan itu ya teman

Batinku

( Lu juga jiz jangan nyuruh doank…. )

Mulutku

( Iya iya..bawel ah.. :P)

Yah seharusnya kita mesti khawatir jika kehilangan dua sumber cinta kasih sayang yang aku sebutkan di atas. Tanpa kasih sayang dari orang tua?? aku yakin aku tak akan berbuat banyak, karena doa orang tua merupakan hal yang sangat mujarab. Dan merekalah yang sudah memberi jalan aku lahir ke dunia ini dan tentu atas izin Sang Pencipta.

Dan tanpa kasih sayang Sang Pencipta?? Apa jadinya aku????

Dia pemilik segalanya.. Kepalaku, tanganku, otakku, mulai dari A – Z yang aku miliki semuanya kan punya Sang Pencipta. Bahkan hidupku seandainya saja aku g diberi sesuatu hal halus yang tak berwujud yang sering dinamakan ruh mungkin g akan ada seseorang bernama Nur Aziz Ardiantono yang pernah bersekolah di TK Ar – Rahmah, SDN 05 Pagi Makasar Jakarta Timur, Siswa kelas 1 -G, 2 – H, 3 -D dari SLTPN 20 Bulak Rantai, Siswa kelas X – 3, XI IPS I, XII IPS 4 dan mahasiswa tingkat 4 Akuntansi UNY serta buah hati dari Bapak Sukardi dan Ibu Partini

*Ini kenapa jadi curhat ente gan??*

Nah sekarang renungkanlah dalam – dalam hal tersebut untuk menjadikan lebih menjadi makhluk yang bersykur.

Untuk kasusku yang kedua hujan jelas merupakan sesuatu ketentuan Sang Pencipta untuk Alamnya. Suatu anugerah untuk para hambaNYA di dunia ini. Bayangkan saja jika tidak ada air di dunia ini bisa hidupkah kalian??

Pernah membaca di Majalah Tiga Generasi milik keluargaku, yaitu majalah BOBO ( gimana g tiga generasi mulai dari tahun 93 ampe 2009 langganan ) pernah ada suatu tulisan dimana seseorang bisa bertahan hidup 3 hari tanpa minum dan bisa bertahan 7 hari tanpa makan. Nah kan terlihat betapa pentingnya air. Ini juga semakin terlihat saat aku semalem nonton film 127 Hours dimana seorang petualang yang bertahan hidup dengan meminum air seninya sendiri.

Nah mau dipungkiri apa lagi coba???

Jadi ya saat hujan seharusnya dan semestinya kita bersyukur karena disitulah ada Berkah dariNYA.

Emang terkadang manusia aja yang g bisa bersyukur.. Kadang saat hujan minta panas, giliran panas minta hujan..

heeeuuuhhh…

ampun deh…

-.-”

Klaten 4 Maret 2011

Nb : Dapet selingan sms dari Bu Kadept kalo dapet pengurangan proker..sayangnya bukan prokerku yang dihapus…huuuhhh…

Batinku

* Lak malah mulai ngeluh lagi dan tidak bersykur*

Mulutku

*Lah iya…ampppuuuunnnn… :D*

3 Comments

  1. Hehe,kemampuan u menulis n menghibur pembaca makin bagus jis,unsur agamanya jg mkin kuat,nice lah…🙂
    Kpn ni ketemu lg.sm2 djogja jg,wkwk.

  2. Engko bar uts yo.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s