Renungan Dari Merapi

Sudah lebih dari seminggu “dia” bergeliat..Menandakan kehadirannya sebagai salah satu isi dari bumi ini. Sebagai salah satu ekosistem di bumi ini. Merapi yang indah saat terakhir kali ku mengunjunginya kini berubah mencekam penuh teror.

Bunyi gemuruh, awan panas, banjir lahar dingin, hujan abu dan pasir melanda kawasan sekitar merapi.  Sleman, Jogjakarta, Magelang, Klaten, Boyolali merupakan daerah rawan yang sejak minggu lalu hampir selalu masuk liputan media. Entah sudah berapa kali merapi memuntahkan isi perutnya. Sabtu minggu lalu pun aku sempat merasakan abu vulkanik yang keluar dari merapi.

Dan kini tepatnya tadi dini hari (jumat 5 november 2010) kembali “dia” memuntahkan isinya. Ini dini hari kedua dimana aku kembali terbangun dan merasa was – was. Bangun dengan bunyi sms yang mengabarkan geliat merapi yang dahsyat. Meski tempat tinggalku relatif aman tetap saja merasa was – was karena semua temanku berada di Jogja dan Sleman.

Sudah dari semalam sebenrnya aku merasakan suara gemuruh yang kemungkinan besar dari gunung merapi sebelum akhirnya terima kabar merapi benar2 meletus kembali.

Kuliah pun diliburkan hingga jangka waktu yang belum pasti. Semoga semalam adalah geliatnya yang terakhir.

Renungan

Sejenak kita renungkan kejadian ini. Bencana alam memang tidak bisa diduga kedatangannya. Hanya Sang Khalik yang tahu kapan bencana akan datang. Merapi merupakan sumber pencaharian untuk warga sekitar. Penambangan Pasir, Pembukaan Wisma untuk rekreasi,Dan perdagangan di tempat wisata.

Mungkin kita sering lalai berterimakasih kepada alam yang memberikan “hidup” kepada kita. Mungkin kita terlalu “gila” mengeksploitasi alam. Mungkin kita tidak menyayangi alam. Dan mungkin ini bentuk teguran dan protes dari alam kepada manusia.

Bisa juga mungkin ini merupakan ujian peningkatan iman dari Yang Maha Kuasa. Karena semakin tinggi tingkatan iman manusia semakin tinggi pula cobaan yang akan diterima. Lepas dari itu semua, kejadian semua ini bisa kita jadikan ajang intropeksi diri kita masing2.

Semoga Smua ini cepat berakhir..Cepat kembali seperti semula.. Aku rindu kenyamanan lereng merapi yang damai.

Sesungguhnya smua di bawah KehendakMU ya Rabb..Hanya kepadaMUlah kami semua Kembali..

 


Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s