Tugas Manajemen UMKM (Etika Dan CSR)

Etika Bisnis

Telah banyak diketahui oleh umum ada beberapa hal yang bersifat umum (lex generalis) dan ada yang bersifat khusus (lex specialis). Demikian pula halnya dengan masalah etika. Menurut Keraf ( 1998 ), etika dibagi menjadi etika umum dan etika khusus. Selanjutnya etika khusus dibagi lagi kedalam etika individual, etika social, dan etika lingkungan. Dan dalam koridor khusus, etika social dipecah lagi menjadi etika keluarga, etika sesame, etika gender, etika politik, etika mengkritik, etika profesi dan masih banyak lagi. Tahap selanjutnya etika profesi masih dikelompokkan lagi kedalam masing – masing profesi yang ada seperti etika profesi akuntansi, etika profesi kedokteran dan lain lain.

Etika bisnis dengan demikian masuk kedalam etika profesi. Dan yang menjadi pertanyaan, apakah yang dimaksud dengan profesi?? Atau seringkali dikaitkan dengan kata professional. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (2005), profesi adalah bidang pekerjaan dilandasi dengan pendidikan keahlian tertentu. Sedangkan Profesionalisme berkaitan dengan profesi, memerlukan kepandaian khusus untuk melakukannya. Masih menurut kamus yang sama, arti bisnis adalah usaha komersial didunia perdagangan. Maka secara lengkap profesi bisnis mengandung pengertian profesi dibidang usaha komersial didunia perdagangan yang dilandasi dengan pendidikan keahlian tertentu

Menurut Velasquez (2002), etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Organisasi bisnis jelas merupakan sebuah institusi yang setiap saat mengeluarkan berbagai kebijakan yang terkait dengan strategi yang dijalankan pada seluruh fungsi manajemen.Maka pada gilirannya manajemen yang akan mengambil kebijakan di setiap fungsi. Apabila kembali kepada teori Velasquez, maka setiap kebijakan yang diambil haruslah dalam kadar etika moral yang tinggi. Maka setiap kebijakan yang diambil harus mendatangkan keuntungan sebesar mungkin bagi banyak orang.

Hill dan Jones (1998) menyatakan bahwa etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar guna memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks. Lebih jauh ia mengatakan, “Most of us already have a good sense of what is right and what is wrong. We already know that is wrong to take action that put the lives other risk”. Jelas kiranya bahwa pengertian etika bisnis merupakan setiap produk kebijakan pemimpin yang seharusnya dilandasi dengan moralitas yang tinggi.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan ( Corporate Social Responsibility )

Tanggung jawab social perusahaan oleh sebagian pelaku usaha dihubungkan dengan philanthropy. Artinya kalau sebuah perusahaan telah menjalankan philanthropy berarti telah menjalankan tanggung jawab social. Philantropy sendiri menurut Echols dan Shadily (2002), berarti cinta sesama manusia, atau kedermawanan. Padahal masalah tanggung jawab social tidak dan bukan sekedar berbuat kedermawanan, melainkan lebih luas karena mencakup kewajiban kepada komunitas setempat dan masyarakat pada umumnya.

Porter dan Kramer (2003) menyatakan pembelokan dari pelaksanaan kegiatan philanthropy oleh sebagian perusahaan sebagai berikut, “When it come to philanthropy executives increasingly see themselves as caught between critics demanding ever higher levels of corporate social responsibility and investors applying pressure to maximum short – term profit. In response, many companies have sought their giving more strategic. But what passes for strategic philanthropy is almost never truly strategic and often isn’t particularly effective as philanthropy. Increasingly, philanthropy is used as a form of public relation or advertising, promoting a company’s image through high – profile sponshorship.

Secara lengkap Masalah tanggung jawab social perusahaan tercantum dalam UU Nomor 40 Tahun 2007 dalam pasal satu yang berbunyi, tanggung jawab sosial dan lingkungan adalah komitmen perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya. Butir – butir yang terkait dengan tanggung jawab sosial meliputi :

  • Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya dibidang atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan.
  • Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana pada ayat 1 merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan kepatutan dan kewajaran.
  • Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.

Dan agar masyarakat dapat melakukan monitoring pelaksanaannya Perseroan diwajibkan membuat laporan dalam Laporan Tahunan kepada Rapat Umum Pemegang Saham setelah ditelaah oleh Dewan Komisaris dalam jangka waktu 6 bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s